Saat berjalan dengan perut kosong, proses pemecahan lemak berlebih menjadi lebih intens, sehingga melepaskan asam lemak ke dalam aliran darah untuk digunakan otot. Oleh karena itu, dengan olahraga yang sama, tubuh dapat membakar lebih banyak lemak. Menurut situs kesehatan Healthline (AS), lebih baik berolahraga saat Anda lapar.

Berjalan kaki saat perut kosong dapat membantu tubuh memobilisasi lemak untuk energi dengan lebih efisien.
FOTO: Dibuat oleh N. Quy dari GM
Membakar banyak lemak saat berolahraga tidak selalu berarti kehilangan banyak lemak.
Kesalahpahaman umum adalah bahwa membakar lebih banyak lemak selama berolahraga tidak selalu berarti penurunan lemak jangka panjang yang lebih besar. Studi menunjukkan bahwa berolahraga dengan perut kosong meningkatkan laju mobilisasi lemak untuk energi. Namun, penurunan lemak tubuh secara keseluruhan dari waktu ke waktu tidak berbeda secara signifikan dari berolahraga setelah makan.
Alasannya adalah tubuh memiliki mekanisme kompensasi. Setelah berolahraga, kita cenderung lebih lapar, makan lebih banyak, atau tubuh kita membakar lebih sedikit lemak di waktu lain dalam sehari. Oleh karena itu, faktor penentu tetaplah jumlah total kalori yang dibakar dan dikonsumsi sepanjang hari, bukan hanya dari satu sesi latihan.
Mengonsumsi makanan seimbang yang dipadukan dengan jalan kaki secara teratur akan memberikan hasil yang lebih nyata.
Oleh karena itu, diet yang tepat dikombinasikan dengan jalan kaki teratur akan memberikan hasil yang jauh lebih nyata daripada sekadar mengubah waktu berolahraga. Selain membakar lemak, jalan kaki saat perut kosong dapat memberikan beberapa manfaat metabolisme. Banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa berolahraga saat lapar dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
Tidak semua orang cocok berjalan kaki dengan perut kosong.
Penting untuk dicatat bahwa berjalan kaki dengan perut kosong tidak cocok untuk semua orang. Beberapa orang mungkin merasa lelah, pusing, atau kekurangan energi selama berolahraga. Hal ini dapat membuat latihan menjadi kurang efektif.
Selain itu, jika defisit energi berlanjut, tubuh mungkin mulai menggunakan protein dari jaringan otot. Hal ini tidak bermanfaat untuk kesehatan jangka panjang. Orang dengan masalah gula darah perlu berhati-hati karena risiko hipoglikemia.
Berjalan kaki saat perut kosong cocok untuk orang yang memiliki kondisi fisik baik. Bentuk olahraga ini sebaiknya dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan santai selama 20-40 menit sebelum sarapan, menurut Healthline .
Sumber: https://thanhnien.vn/di-bo-luc-bung-doi-co-giup-dot-mo-nhieu-hon-185260424140459599.htm










