Menurut Decluttr, layanan daring tempat pengguna dapat menjual kembali produk teknologi lama untuk diperbarui, minat terhadap teknologi bergaya retro sedang meningkat di kalangan anak muda, dalam hal ini ponsel yang dapat dilipat.
Dipopulerkan di awal tahun 2000-an, ponsel clamshell menjadi tren berkat desainnya yang ringkas, hanya sepersekian dari ukuran ponsel "bata" yang tebal beberapa tahun sebelumnya. Namun, ponsel lipat kurang ideal untuk berkirim pesan teks karena layarnya yang kecil dan papan ketik T9-nya.
Ponsel lipat akan menjadi tren belanja pengguna muda
Sejak iPhone debut pada tahun 2007, ponsel pintar telah mengadopsi desain yang bisa dibilang membosankan, yaitu berbentuk batang. Selama bertahun-tahun, layar sentuh persegi panjang telah menjadi standar untuk ponsel, tetapi sebuah laporan baru menunjukkan bahwa pencarian daring untuk ponsel lipat telah meningkat 15.369% dalam setahun terakhir di kalangan Gen Z dan Milenial.
Namun, bukan hanya ponsel lipat secara umum yang menarik perhatian generasi muda. Pencarian Google untuk "Motorola Razr flip" telah meningkat sebesar 241% dalam 12 bulan terakhir. Pencarian untuk ponsel lipat Oppo juga meningkat sebesar 511%.
Liam Howley, direktur pemasaran di Decluttr, mengatakan bahwa anak muda terkadang sedikit bernostalgia dengan masa ketika teknologi masih lebih sederhana. Ia mengatakan nostalgia itu kuat, dan banyak konsumen saat ini hanya menginginkan produk yang terlihat berbeda dari yang populer saat ini.
Penjualan ponsel lipat pada tahun 2023 naik hampir 44% dibandingkan tahun lalu. Laporan yang sama memprediksi lebih dari 54 juta perangkat akan terjual pada tahun 2027, naik 382% dari 14,2 juta pada tahun 2022.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)