![]() |
Federico Dimarco menanggapi kritik atas selebrasinya yang kontroversial. |
Tiga hari sebelum pertandingan krusial melawan Bosnia, Federico Dimarco tampil di konferensi pers dengan sikap yang jujur. Bek Inter Milan itu menjadi pusat perhatian setelah sebuah video muncul yang menunjukkan para pemain Italia merayakan kemenangan setelah mengetahui lawan penentu mereka adalah Bosnia.
Ia menekankan rasa hormatnya kepada semua tim, sambil menjelaskan bahwa reaksinya yang kontroversial itu sepenuhnya wajar. "Kami hanya menonton adu penalti bersama dan bereaksi seperti teman. Saya tidak bermaksud tidak menghormati siapa pun," katanya.
Bek berusia 27 tahun itu mengatakan bahwa ia secara proaktif menghubungi Edin Dzeko tak lama setelah kejadian tersebut. Keduanya memiliki hubungan yang dekat sebelumnya. Dimarco mengucapkan selamat kepada lawannya, dan Dzeko membalas dengan pesan sederhana: "Tim yang lebih kuat akan menang."
Menanggapi kritik bahwa Italia bersikap arogan, Dimarco dengan tegas membantah klaim tersebut. Ia menegaskan kembali absennya tim tersebut dari dua Piala Dunia terakhir. "Kami tidak punya alasan untuk bersikap arogan. Bahkan, kami masih punya banyak hal untuk dibuktikan," tambahnya.
Pemain Inter itu juga mengungkapkan ketidaksenangannya atas bocornya video tersebut. Menurutnya, itu adalah momen pribadi yang melibatkan keluarga dan anak-anaknya. Mempublikasikannya telah memperbesar masalah ini.
Mengesampingkan kontroversi tersebut, Dimarco fokus pada pertandingan yang akan datang. Ia menilai Bosnia sebagai lawan yang tangguh, yang memiliki perpaduan antara pengalaman dan pemain muda. Menurutnya, Italia harus menjaga ketenangan dan kestabilan mental jika ingin lolos ke Piala Dunia.
Sumber: https://znews.vn/dimarco-dap-tra-truc-tranh-cai-post1638919.html







Komentar (0)