Menurut warga setempat, jalan yang menghubungkan komune Ha Dong dan Ha Son (juga dikenal sebagai Jalan Dong Son) panjangnya sekitar 4 km. Jalan ini dibangun oleh warga setempat pada tahun 2008. Namun, selama bertahun-tahun, akibat banyaknya kendaraan yang membawa tanah dan batu, permukaan jalan telah rusak parah dan terdegradasi.
Bapak Duong Van Hinh (lahir tahun 1967, Desa Thanh Mon, Kecamatan Ha Dong) mengatakan bahwa jalan Dong Son dibangun oleh warga dari kedua kecamatan dengan sumbangan sebesar 400.000 VND/orang. Permukaan jalan beraspal, tetapi dalam 3 tahun terakhir, banyak truk (jenis Howo) yang terus-menerus mengangkut tanah dan batu telah "membajak" seluruh jalan ini.
Di komune Ha Son, terdapat 4 tambang aktif, sementara di komune Ha Dong, terdapat 3 tambang (2 tambang, 1 tambang), semua kendaraan menuju Jalan Dong Son. Setiap hari, ratusan truk melewati jalan ini, menyebabkan kerusakan permukaan jalan, dengan banyak lubang. Di musim hujan, tempat ini berlumpur, di musim kemarau, debunya sangat tebal sehingga orang-orang yang melewati jalan ini merasa sengsara,” ujar Bapak Hinh dengan nada kesal.
Menurut Bapak Hinh, bukan hanya jalan yang rusak, tetapi truk-truk yang saling berpacu juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Pohon dan tanaman warga tidak dapat tumbuh karena lapisan debu tebal yang menempel di dedaunan.
Menurut warga Desa Kim Son, tahun lalu mereka terpaksa menggunakan tong, batu, kayu, dan sebagainya untuk menghalangi kendaraan. Setelah itu, perusahaan tambang menghabiskan hampir satu miliar VND untuk mengaspal ulang jalan warga sepanjang sekitar 1 km.
Seorang pemimpin komunitas Ha Dong mengonfirmasi bahwa pada tahun 2006, warga dari komunitas Ha Dong dan Ha Son menyumbang 400.000 VND/orang untuk membangun jalan ini. Setelah tambang mineral beroperasi, jalan tersebut rusak, dan perusahaan (pemilik tambang) memberikan dana untuk perbaikan. Namun, sejak tahun lalu, jumlah truk pengangkut tanah meningkat, menyebabkan jalan tersebut terus mengalami kerusakan parah.
"Selain 7 tambang yang saat ini beroperasi, Provinsi Thanh Hoa juga telah menyetujui kebijakan untuk 3 ranjau darat (1 ranjau di Kelurahan Ha Dong dan 2 ranjau di Kelurahan Ha Son). Jika ketiga ranjau darat ini beroperasi, akan ada total 10 ranjau mineral di sini, jadi rute ini tidak berbeda dengan lokasi konstruksi besar," ungkap seorang pemimpin kelurahan.
Kepada reporter VietNamNet, Bapak Nguyen Xuan Dung, Wakil Ketua Komite Rakyat Distrik Ha Trung, mengatakan bahwa melalui pertemuan, para pemilih juga telah melaporkan masalah ini. Distrik telah mengarahkan unit-unit eksploitasi mineral untuk mengatasi situasi tersebut. Unit-unit tersebut juga telah berjanji untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak. Namun, unit-unit tersebut mengatakan bahwa mereka menghadapi kesulitan sehingga belum dapat melaksanakannya dan berjanji untuk segera memperbaikinya.
"Kabupaten telah melaporkan masalah ini ke provinsi, dan kami juga mengusulkan modal untuk memperbaiki dan meningkatkan jalan ini. Jika jalan rusak, unit pertambangan harus berkomitmen untuk memperbaikinya," kata Bapak Dung.
Komentar (0)