Pada konferensi tersebut, para pembicara dari berbagai departemen dan lembaga menyebarluaskan pedoman dan kebijakan Partai, serta hukum dan peraturan Negara tentang pengelolaan dan perlindungan kedaulatan wilayah nasional dan keamanan perbatasan; peraturan tentang pencegahan dan pemberantasan imigrasi ilegal; pencegahan dan pemberantasan perdagangan manusia; kejahatan narkoba; dan kejahatan teknologi tinggi. Mereka juga mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam melindungi perbatasan dan patok batas, serta menjaga keamanan dan ketertiban di daerah perbatasan.

Pada konferensi tersebut, beberapa isu mendesak seperti pernikahan anak, pernikahan sedarah, kekerasan dalam rumah tangga, dan kejahatan sosial lainnya diangkat dan dianalisis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Puncak acara konferensi tersebut adalah presentasi tentang "Gerakan Literasi Digital" yang diluncurkan oleh Komando Penjaga Perbatasan Provinsi, yang membantu masyarakat mengakses dan menggunakan platform digital secara efektif dalam pembelajaran, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari.


Tim penyaji dari Penjaga Perbatasan menyampaikan inti dari gerakan tersebut, membimbing masyarakat tentang cara menggunakan ponsel pintar untuk mengakses sumber informasi resmi, memanfaatkan aplikasi secara efektif untuk produksi dan bisnis, serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, masyarakat dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi penipuan daring; melindungi data pribadi; dan menggunakan media sosial dengan aman, bertanggung jawab, dan penuh hormat.


Selain itu, konferensi ini juga memperkenalkan model dan aplikasi teknologi digital yang digunakan oleh petugas perbatasan dalam pengelolaan dan perlindungan perbatasan, serta dalam memerangi kejahatan; mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam transformasi digital, secara bertahap mengembangkan keterampilan digital dasar, dan berkontribusi dalam membangun warga digital dan masyarakat digital sejak dari wilayah perbatasan.

Petugas penjaga perbatasan secara langsung membimbing masyarakat dalam mempraktikkan keterampilan digital dasar pada ponsel pintar, seperti menginstal dan menggunakan aplikasi identitas elektronik VNeID, mengakses Portal Layanan Publik Nasional dan layanan publik daring provinsi, mencari informasi resmi, menggunakan platform pembayaran tanpa uang tunai, memindai kode QR, dan lain sebagainya.
Sumber: https://baolaocai.vn/dua-binh-dan-hoc-vu-so-den-vung-bien-pha-long-post902891.html










