Pada akhir Maret, sebuah video muncul di Facebook yang menunjukkan seorang gadis, berusia sekitar 6 tahun, mengendarai mobil mainan di jalan di distrik Binh Xuyen, provinsi Vinh Phuc , dengan dorongan dari ayahnya.
Ketika video ini menjadi viral di media sosial, hal itu dengan cepat memicu kemarahan dan kecaman publik.
Banyak orang percaya bahwa ini adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab, pelanggaran hukum, dan membahayakan anaknya serta pengguna jalan lainnya. Atas perilaku tersebut, sang ayah kemudian didenda 30 juta VND oleh pihak berwenang.
Para petugas polisi mengingatkan seorang anak kecil di distrik Lak tentang cara mengendarai traktor milik keluarga. |
Sebelumnya, pada tahun 2022, sebuah video beredar di media sosial yang menunjukkan seorang orang tua mengizinkan seorang gadis, berusia sekitar 4-5 tahun, untuk memegang dan mengendalikan kendaraan di jalan di provinsi Tien Giang.
Di provinsi Dak Lak, selama kampanye kesadaran keselamatan lalu lintas untuk warga di sebuah komune di distrik Lak pada akhir tahun 2024, para juru kampanye terkejut melihat seorang siswa, berusia sekitar 11-12 tahun, mengendarai sepeda motor. Setelah diselidiki, ditemukan bahwa ini bukan pertama kalinya anak tersebut mengendarai kendaraan keluarga di jalan setempat. Para juru kampanye mengingatkan anak tersebut untuk tidak mengendarai kendaraan apa pun saat masih di bawah umur dan tanpa SIM. Mereka juga mengingatkan keluarga tersebut untuk tidak memberikan kendaraan kepada anak di bawah umur.
Menurut para ahli, kursi depan di dalam mobil adalah posisi paling berbahaya jika terjadi tabrakan. Area ini seringkali bersentuhan langsung dan dekat dengan rintangan atau sumber penyebab kecelakaan lebih daripada kursi belakang. Meskipun sistem keselamatan mobil dirancang untuk melindungi penumpang kursi depan, sistem ini terutama dioptimalkan untuk orang dewasa. Anak-anak, dengan postur tubuh yang lebih kecil, tidak cocok dengan desain ini, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Dalam posisi duduk yang sama, anak-anak mungkin mengalami konsekuensi yang lebih parah daripada orang dewasa karena kurangnya perlindungan yang komprehensif. Oleh karena itu, untuk mencerminkan kenyataan ini, Undang-Undang Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya 2024 menetapkan bahwa ketika mengangkut anak-anak di bawah usia 10 tahun dan anak-anak dengan tinggi badan di bawah 1,35 meter, mereka tidak diperbolehkan duduk di baris yang sama dengan pengemudi, kecuali di mobil dengan hanya satu baris kursi; pengemudi harus menggunakan dan menginstruksikan anak-anak tentang penggunaan peralatan keselamatan yang sesuai.
Membiarkan anak-anak duduk di kursi pengemudi sangat berbahaya dan berisiko. Pertama, anak yang duduk di kursi pengemudi akan menghalangi pandangan pengemudi, sehingga menyulitkan pengemudi untuk bereaksi dalam situasi yang tidak terduga. Selain itu, jika anak bermain-main dengan setir, kendaraan dapat kehilangan kendali dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Orang tua yang mengizinkan anak-anak mereka duduk di kursi pengemudi dan mengendalikan kemudi adalah tindakan yang sangat tercela dan pantas mendapatkan hukuman yang sesuai. Ini bukan sekadar mempercayakan kendaraan kepada seseorang tanpa SIM atau yang masih di bawah umur, tetapi lebih tepatnya memberikan kendaraan kepada seseorang yang tidak mampu memahami konsekuensi dari tindakannya.
Sumber: https://baodaklak.vn/phap-luat/202506/dung-de-con-tre-dua-gion-voi-tu-than-7521211/






Komentar (0)