Kita hidup di era di mana seseorang bisa memiliki 5.000 teman di Facebook, puluhan ribu pengikut di Instagram, tetapi tetap tidak dapat menemukan siapa pun untuk berbagi masalahnya.
"Dinding" profil pribadi dipenuhi dengan gambar, suara, dan warna, tetapi di baliknya terbentang ruang kesepian dan isolasi yang luas. Sebuah paradoks sedang terungkap: sementara aplikasi "mendekatkan dunia ," kaum muda cenderung mundur ke zona aman virtual.
Banyak anak muda mengakui bahwa mereka merasa hampa tanpa ponsel di tangan saat berada di tengah keramaian. Oleh karena itu, sering terjadi teman-teman berkumpul tetapi setiap orang hidup di dunianya sendiri dengan ponsel mereka. Ponsel menjadi perisai pelindung. Alih-alih mengamati dunia di sekitar mereka atau memulai percakapan dengan orang di sebelah mereka, mereka memilih untuk menundukkan kepala dan menggulir media sosial.

Media sosial adalah panggung tempat setiap orang memamerkan sisi terbaik diri mereka. Kita melihat perjalanan dan kesuksesan gemilang orang lain, dan tanpa disadari membandingkan diri kita dengan mereka. Kesepian muncul ketika Anda merasa seperti Anda satu-satunya yang berjuang dengan detail-detail sepele kehidupan sehari-hari, sementara seluruh dunia tampak bahagia. Kita merasa kesepian karena kita tidak termasuk dalam dunia sempurna yang kita jalani setiap hari.
Media sosial itu seperti cermin, tetapi bukan keseluruhan dunia. Media sosial hanya untuk hiburan; koneksi langsung dan tulus adalah "nutrisi" yang memberi makan jiwa kita.
Jangan biarkan masa mudamu hanya berupa serangkaian titik notifikasi hijau di layar ponselmu. Singkirkan ponselmu dan jelajahi dunia di sekitarmu untuk terhubung. Ini bisa berupa perjalanan amal bersama teman-teman, kencan, atau sekadar menghabiskan sore hari berjalan-jalan di taman, mendengarkan irama kehidupan.
Karena pada akhirnya, kita hidup untuk merasakan, bukan untuk pamer, jadi daripada membenamkan diri dalam dunia virtual, mari kita keluar dan menjalani kehidupan nyata kita sendiri.
Sumber: https://baotayninh.vn/dung-de-minh-lac-long-142862.html






Komentar (0)