Pagi ini, Kementerian Keamanan Publik mengadakan upacara peluncuran program "Melindungi dan Mendukung Perkembangan Anak di Lingkungan Daring". Ini adalah kegiatan praktis yang bertujuan untuk mewujudkan Keputusan Perdana Menteri No. 468/QD-TTg tentang Program Perlindungan Anak periode 2026-2030, yang berfokus pada solusi komprehensif untuk secara proaktif mencegah, mendeteksi dini, dan menghentikan potensi risiko pelecehan anak di lingkungan daring.
Wakil Perdana Menteri Pham Thi Thanh Tra menghadiri upacara tersebut. Belakangan ini, banyak daerah dan sekolah di seluruh negeri telah memberikan perhatian besar pada pendidikan keterampilan digital, membangun keterampilan keamanan daring, serta mencegah dan memerangi kekerasan di sekolah dan perundungan siber di kalangan anak-anak.
Namun, dalam konteks perkembangan teknologi yang eksplosif dan pesat, terutama munculnya kecerdasan buatan (AI), yang dikombinasikan dengan anonimitas dan sifat lintas batas internet, mengendalikan dan mengatasi pelecehan anak di dunia maya menjadi semakin kompleks dan menantang.

Wakil Perdana Menteri Pham Thi Thanh Tra berbicara pada upacara peluncuran. Foto: TU
Letnan Kolonel Vu Trong Nghia, yang bekerja di Departemen Keamanan Siber dan Pencegahan Kejahatan Teknologi Tinggi Kementerian Keamanan Publik, menekankan bahwa peluncuran program nasional untuk melindungi dan mendukung perkembangan anak di lingkungan daring untuk periode 2026-2030 merupakan kelanjutan penting dari program periode 2021-2025, yang dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Perdana Menteri Nomor 830/QD-TTg.
Peristiwa ini juga menandai pergeseran strategis yang krusial, karena aparat keamanan tidak lagi hanya berfokus pada penanganan insiden setelah terjadi, tetapi justru memaksimalkan langkah-langkah pencegahan dan secara proaktif mendeteksi serta mengurangi potensi bahaya terhadap anak-anak sejak awal.
Sesuai dengan peta jalan, program ini bertujuan untuk mencapai target 100% lembaga pendidikan umum menerapkan solusi keamanan siber komprehensif pada tahun 2030 untuk mendukung manajemen dan melindungi siswa; dan 100% bisnis penyedia layanan akses internet di Vietnam mengintegrasikan solusi untuk memblokir informasi berbahaya secara langsung di jaringan.
Menyampaikan perspektifnya mengenai solusi implementasi, Bapak Vu Duy Hien, Wakil Sekretaris Jenderal dan Kepala Kantor Asosiasi Keamanan Siber Nasional, menegaskan bahwa upaya perlindungan anak saat ini tidak lagi terbatas pada sekadar slogan tetapi telah bergeser secara signifikan ke arah tindakan praktis untuk secara efektif mengimplementasikan Keputusan No. 468/QD-TTg.
Sebagai organisasi penghubung, Asosiasi Keamanan Siber Nasional akan secara erat menghubungkan lembaga manajemen negara bagian dengan komunitas bisnis, sekolah, dan orang tua untuk memberikan dukungan praktis dan melindungi keselamatan anak-anak.
Dalam konteks transformasi digital nasional yang sedang berlangsung, membangun lingkungan yang aman bagi anak-anak di dunia maya telah menjadi kebutuhan mendesak, menciptakan fondasi yang kokoh untuk membantu generasi mendatang berkembang dengan aman, percaya diri, dan kreatif di dunia digital yang terus berkembang.
Sumber: https://vtv.vn/dung-la-chan-bao-ve-tre-em-tren-khong-gian-mang-100260529133410044.htm










Komentar (0)