Hua Nhat Thanh (lahir tahun 1999, dari An Giang ) akan segera lulus dari Universitas Columbia (AS) dan mulai bekerja di sebuah perusahaan investasi keuangan di Wall Street. Ia sedang mengerjakan proyek rintisan blockchain untuk membantu pengguna belajar bahasa Inggris, dan juga berpartisipasi dalam proyek untuk mendukung perusahaan rintisan lingkungan milik perusahaan sosial Nuoc Solutions.
Upaya yang gigih
Meskipun Thanh menempuh pendidikan di dua jurusan: ilmu komputer - matematika terapan dan ilmu politik , orientasi pengembangan kariernya adalah keuangan - perbankan. Menurutnya, semua bidang saling berkaitan erat jika pemikiran dan impiannya cukup besar dan memiliki cakupan yang memadai. "Di bidang keuangan, memahami teknologi membantu meningkatkan efisiensi, sementara memahami politik membantu memiliki kesadaran yang lebih mendalam tentang budaya, lingkungan, dan masyarakat untuk beradaptasi dan lebih sukses," komentar Thanh.
Nhat Thanh (foto kiri) dan Kieu Phuong bertekad untuk keluar dari zona nyaman mereka, berusaha untuk belajar dan meningkatkan diri sehingga di masa depan mereka dapat menyumbangkan nilai-nilai praktis bagi tanah air mereka.
Thanh pernah bekerja di Goldman Sachs—bank investasi terkemuka di Wall Street—dengan gaji 110.000 dolar AS per tahun. Perusahaan sosial Nuoc Solutions yang didirikannya bersama teman-temannya menerima investasi sebesar 100.000 dolar AS dari Yayasan Bill & Melinda Gates milik miliarder Bill Gates dan mengumpulkan lebih dari 7.000 dolar AS dari sponsor individu di dalam dan luar negeri. Selama masa studinya, Nhat Thanh "mengantongi" berbagai penghargaan dan beasiswa.
Hua Nhat Thanh sangat bangga menjadi orang Vietnam dan selalu mengenang tanah kelahirannya dengan banyak kegiatan sosial yang bermakna.
Kesuksesan tidak datang dalam semalam, melainkan melalui usaha yang gigih. Meskipun diterima di universitas ternama di Kota Ho Chi Minh, Thanh memutuskan untuk mengejar impiannya belajar di luar negeri, yang telah ia dambakan sejak SMA. Pilihan ini mungkin berisiko, tetapi Thanh yakin bahwa jika ia melakukan riset dan persiapan yang matang, peluang keberhasilannya akan tinggi. "Saya telah mengalami banyak kegagalan saat mengikuti jalur yang sudah biasa, jadi saya ingin mencoba berbagai pilihan. Mempelajari tentang tokoh-tokoh terkenal dan pahlawan dalam sejarah, saya sungguh mengagumi semangat mereka yang kuat. Saya ingin meneladani para pendahulu saya yang berani menjalani hidup sepenuhnya demi impian mereka," ungkap Thanh.
Thanh menganggap misinya adalah memilih yang terbaik, yang baik, dan yang tepat untuk dibawa kembali ke Vietnam dan diterapkan. Dengan demikian, ia berkontribusi bersama banyak anak muda yang sepemikiran untuk membangun dan mengembangkan perekonomian negara, sehingga proses integrasi internasional menjadi semakin efektif dan menguntungkan.
Pengalaman dan kedewasaan
Bagi Truong Nguyen Kieu Phuong (mahasiswa jurusan Logistik dan Manajemen Pelabuhan di Universitas Transportasi Kota Ho Chi Minh bekerja sama dengan Universitas Tongmyong - Korea), setiap langkah dalam perjalanan menuju laut lepas sangat berarti dan membawa banyak pelajaran berharga.
Lahir dan besar di kota kecil, seperti banyak anak muda lainnya, Kieu Phuong pernah bertanya-tanya jurusan apa yang akan dipilih setelah lulus SMA. "Keputusan untuk mengikuti program gabungan internasional dengan 2 tahun di Vietnam dan 2 tahun di Korea adalah keputusan yang tepat. Berkat itu, saya memiliki kehidupan mahasiswa yang indah dan menjanjikan. Guru-guru yang berbakat dan antusias membimbing saya melewati kesulitan untuk terus maju. Mereka memberi saya banyak nasihat dan bimbingan yang bermanfaat, membantu saya menjadi semakin percaya diri," ujar Phuong.
Di luar sekolah, Kieu Phuong menghabiskan waktu menjelajahi dan mempelajari hal-hal menarik di negara asalnya. Ia mengagumi keindahan alam Busan yang unik.
Mahasiswa internasional menghadapi ribuan tekanan yang harus dihadapi di negeri asing, dan ia percaya bahwa setiap individu harus mempersiapkan diri untuk mengatasi tantangan tersebut. Masa-masa belajar di Busan—kota pelabuhan terbesar di Korea (tenggara Semenanjung Korea)—membantunya mengasah karakter. Menurut Phuong, persatuan adalah kekuatan, jangan biarkan diri Anda sendirian, pastikan di belakang Anda selalu ada komunitas dengan suara yang sama. "Semangat juga sangat penting, karena kita tidak bisa memetik buah manis di tanah yang tidak kita cintai, pelankan langkah dan temukan tempat bernaung bagi hati. Selain itu, perluas perspektif Anda, berhati-hatilah dan berwawasan luas saat mengevaluasi apa pun. Alih-alih mengeluh dan pesimis saat menghadapi situasi yang tidak menguntungkan, carilah solusi, belajarlah menghargai dan mencintai orang-orang dan hal-hal yang positif," kata Phuong.
Gadis Gen Z dengan senyum cerah berkata: "Bagi saya, memilih belajar di luar negeri adalah untuk kembali, membawa pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki untuk memperindah tanah air saya."
[iklan_2]
Sumber: https://nld.com.vn/dung-tu-hoi-hay-buoc-toi-196240601195226069.htm
Komentar (0)