Guru Besar, Dokter Le Ngo Minh Nhu (Rumah Sakit Universitas Kedokteran dan Farmasi Kota Ho Chi Minh - Kampus 3) mengatakan bahwa kulit durian menyumbang 50% dari berat buah, tetapi dianggap sebagai produk sampingan pertanian dengan nilai ekonomi rendah.
Efek farmakologis
Menurut pengobatan tradisional, kulit durian memiliki rasa yang agak pahit, sepat, berkhasiat hangat, dan efektif melancarkan pencernaan, meningkatkan qi, menghangatkan paru-paru, menghentikan keringat, dan sebagai pencahar. Jika dikombinasikan dengan beberapa herbal obat lain, kulit durian juga dapat mengobati kembung, gangguan pencernaan, serta mendukung pengobatan pilek, hepatitis, atau diare.
Kulit durian dapat menghambat beberapa jenis bakteri seperti staphylococcus aureus.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kulit durian mengandung banyak komponen kimia yang berbeda, terutama termasuk asam fenolik, glikosida fenolik, flavonoid, kumarin, triterpen, glikosida sederhana, selulosa, lemak, pektin...
Senyawa flavonoid, fenolik, dan glikosida di dalamnya memiliki efek antioksidan. Ekstrak kumarin propacin memiliki efek antiinflamasi dan pereda nyeri.
Ekstrak flavonoid kulit durian juga dapat menghambat bakteri tertentu seperti staphylococcus aureus dan pseudomonas aeruginosa.
Selain itu, polisakarida dalam kulit durian juga membantu mengatur metabolisme lipid. Sementara itu, flavonoid membantu menghambat penyerapan gula, meningkatkan laju filtrasi ginjal, dan mempercepat ekskresi glukosa.
Menurut Dr. Nhu, kulit durian juga dikenal karena efek antikoagulannya. Ekstrak kulit durian memiliki efek menghambat reseptor mukosa bronkial yang disebabkan oleh iritan kimia, sehingga membantu mengurangi batuk.
Kemampuan beberapa senyawa dalam kulit buah untuk menghilangkan radikal bebas dan mengurangi tingkat stres oksidatif juga membantu melindungi hati. Polisakarida dalam kulit durian juga memiliki efek pencahar, berkat kemampuannya untuk meningkatkan laju motilitas usus secara signifikan dan mengatur bakteri usus tertentu.
Obat mujarab dari kulit durian
Menurut Dr. Nhu, beberapa khasiat kulit durian yang sudah dikenal dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional antara lain:
20g kulit buah kering, direbus dengan 500ml air, diminum pada siang hari, menyembuhkan kembung dan gangguan pencernaan.
Kulit, daun, akar 30 - 40 g direbus dengan 500 - 1.000 ml air untuk diminum pada siang hari, membantu pengobatan masuk angin, demam, hepatitis dan penyakit kuning.
12 gram kulit durian, 12 gram buah gardenia, 8 gram akar alang-alang, 12 gram akar manis, rebus dengan 300 ml air hingga tersisa 200 ml, bagi menjadi 2-3 dosis untuk diminum pada siang hari, untuk menunjang pengobatan hepatitis penyakit kuning.
20 gr kulit durian, 40 gr kulit manggis, rebus dengan 400 ml air hingga tersisa 200 ml, bagi menjadi 2 dosis, diminum pada siang hari, untuk mengobati diare.
Saat ini, meskipun banyak penelitian yang menyebutkan manfaat kulit durian, penelitian tersebut hanya sebatas menunjukkan aktivitas farmakologis yang efektif tanpa laporan penelitian yang komprehensif, serta analisis mendalam tentang mekanisme kerjanya. Oleh karena itu, Dr. Nhu menyarankan agar saat menggunakan kulit durian, seseorang harus mengikuti petunjuk dari laporan, dokumen pengobatan tradisional yang tepercaya, berkonsultasi, dan mendapatkan pengawasan dari dokter dan ahli.
Siapa yang tidak boleh menggunakannya?
Meski banyak manfaatnya, Dr. Nhu menyarankan agar kulit durian tidak dikonsumsi oleh orang yang berbadan panas, kekurangan yin, mudah berdahak, limpa dan lambung lemah, orang lanjut usia, atau orang yang mudah sembelit.
Selain itu, karena kulit durian sangat keras dan banyak durinya, durian perlu diolah dengan baik sebelum diolah. Sebaiknya gunakan durian yang matang di pohon atau beli di tempat yang tepercaya untuk menghindari durian yang direndam bahan kimia yang tidak diketahui asalnya.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)