![]() |
Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia , juga dikenal sebagai Qomolangma, terlihat saat matahari terbenam di atas Wilayah Otonomi Tibet pada tanggal 4 Mei 2008. |
Bagi sebagian besar wisatawan dan pengikut ekspedisi Himalaya, Everest tetap menjadi gunung yang paling ikonik. Bukan hanya karena medannya yang menantang dan daya tarik jalur pendakiannya, tetapi juga karena gunung ini menyandang gelar gunung tertinggi di dunia menurut ukuran yang paling umum: ketinggian di atas permukaan laut.
Britannica , sebuah ensiklopedia Anglo-Amerika yang bergengsi, mencantumkan Everest dengan ketinggian sekitar 8.848,86 meter, sementara Reuters juga berulang kali menyebutnya sebagai gunung tertinggi di Bumi menggunakan perhitungan ini.
Namun, dalam geografi, konsep "tertinggi" tidak selalu hanya memiliki satu interpretasi. Jika permukaan laut digunakan sebagai patokan, Everest menempati peringkat pertama dan hampir tidak ada perdebatan mengenainya.
Namun, jika kita beralih ke metode pengukuran yang berbeda, urutannya mungkin berubah. Menurut Britannica , Everest paling sesuai dengan konsep "gunung tertinggi" dalam arti bahwa puncaknya adalah yang tertinggi di atas permukaan laut, bukan berarti selalu yang tertinggi dalam setiap perbandingan.
Itulah mengapa Mauna Kea di Hawaii sering muncul dalam perdebatan tentang "gunung tertinggi." Puncak Mauna Kea tidak melebihi Everest jika dilihat dari permukaan laut, tetapi dasarnya terletak jauh di bawah laut. Jika diukur dari dasar hingga puncak, Mauna Kea melebihi 10.000 meter, lebih tinggi dari Everest. Perbandingan ini tidak umum dalam pariwisata arus utama, tetapi menawarkan perspektif yang berbeda tentang konsep ketinggian gunung.
![]() ![]() ![]() ![]() |
Sejak Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay Sherpa pertama kali menaklukkan Everest pada tahun 1953, lebih dari 4.000 pendaki gunung telah mencapai puncak gunung tertinggi di dunia ini. |
Kasus lain yang bahkan lebih menarik bagi penggemar geografi dan wisata petualangan adalah Gunung Chimborazo di Ekuador. Jika Anda mengukur jarak dari pusat Bumi ke puncaknya, Chimborazo sebenarnya adalah puncak tertinggi di pusat Bumi.
Alasannya berasal dari tonjolan Bumi di khatulistiwa, yang menyebabkan pegunungan di dekat area ini "terangkat" lebih jauh dibandingkan dengan puncak di lintang yang lebih tinggi seperti Everest. Ini adalah salah satu contoh paling jelas yang menunjukkan bahwa pertanyaan yang sama dapat memiliki jawaban yang berbeda hanya dengan mengubah kerangka acuan.
Dari perspektif pariwisata, Everest tidak hanya terkenal karena ketinggiannya, tetapi juga karena makna simbolisnya. Di peta pariwisata petualangan global, gunung ini dikaitkan dengan Nepal, dengan rute pendakian ke Base Camp, dan musim pendakian yang menarik ratusan pendaki dan porter setiap tahunnya.
Menurut Reuters , kisah penaklukan Everest saja telah menghasilkan narasi berita internasional tersendiri, mulai dari rekor pendakian hingga biaya izin dan dampak perubahan alam di puncak. Oleh karena itu, dalam bidang pariwisata, simbol "atap dunia" tetap tak tergantikan hingga saat ini.
Sumber: https://znews.vn/everest-co-that-su-cao-nhat-the-gioi-post1639551.html











Komentar (0)