Setelah pertemuan selama dua hari, pada dini hari tanggal 19 Desember (waktu Vietnam), The Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya sebesar 0,25 poin persentase lagi, sehingga suku bunga dana federal menjadi 4,25-4,5%. Ini menandai ketiga kalinya secara berturut-turut The Fed melonggarkan kebijakan moneter tahun ini, sehingga total penurunan suku bunga menjadi 1% sejak September.
" Aktivitas ekonomi terus tumbuh dengan kuat. Tingkat pengangguran tetap rendah dan inflasi meningkat secara moderat," demikian catatan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dari The Fed dalam pengumumannya. Mereka menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan dengan cermat data yang akan datang, baik dari segi prospek maupun risiko, sebelum mengambil keputusan suku bunga.
Hal ini menimbulkan keraguan bahwa The Fed akan berhenti memangkas suku bunga pada pertemuan mereka di akhir Januari 2025.
Tahun depan, para pejabat Fed memperkirakan hanya akan memangkas suku bunga dua kali, masing-masing sebesar 25 basis poin. Mereka juga menaikkan perkiraan inflasi untuk tahun pertama masa jabatan Donald Trump dari 2,1% menjadi 2,5%. Angka ini lebih tinggi dari target Fed sebesar 2%.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell. (Foto: Xinhua)
Dalam pembaruan prakiraan ekonomi setelah pertemuan tersebut, The Fed sedikit menaikkan prakiraan pertumbuhan ekonomi AS tahun 2025 menjadi 2,1%, sementara memperkirakan tingkat pengangguran sebesar 4,3%.
Perkiraan tingkat inflasi rata-rata hingga akhir tahun 2025 telah dinaikkan menjadi 2,5%, dari 2,1% yang diberikan pada September 2024.
Keputusan komite untuk menyesuaikan suku bunga diambil di tengah inflasi yang tetap di atas target dan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 3,2% pada kuartal keempat, dengan tingkat pengangguran berada di sekitar 4%.
Meskipun kondisi yang diuraikan di atas masih konsisten dengan skenario The Fed mempertahankan atau menaikkan suku bunga tidak berubah, para pejabat tetap waspada terhadap mempertahankan suku bunga terlalu tinggi dan berpotensi menyebabkan perlambatan ekonomi yang tidak perlu. Terlepas dari data makroekonomi yang positif, sebuah laporan The Fed awal bulan ini mencatat bahwa ekonomi hanya tumbuh "sedikit" dalam beberapa minggu terakhir, bersamaan dengan tanda-tanda pendinginan inflasi dan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja.
Ketua Jerome Powell mengindikasikan bahwa pemotongan suku bunga merupakan upaya untuk menyesuaikan kembali kebijakan karena kondisi keuangan tidak perlu diperketat dalam konteks saat ini.
Sumber: https://vtcnews.vn/fed-cat-giam-lai-suat-lan-thu-ba-lien-tiep-ar914710.html






Komentar (0)