![]() |
Piala Dunia 2026 dibayangi oleh potensi konflik antara AS dan Iran. |
Menyusul serangan udara AS dan Israel yang menargetkan beberapa kota di Iran, termasuk Teheran, dan serangan rudal balasan dari Teheran, pertanyaan pun segera muncul tentang dampaknya terhadap Piala Dunia musim panas ini.
Iran mengamankan tempat kualifikasi Piala Dunia keempat berturut-turut yang dimulai pada Maret 2025. Tim dijadwalkan memainkan pertandingan babak penyisihan grup pada bulan Juni, menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, diikuti oleh pertandingan melawan Mesir di Seattle. Mereka direncanakan akan bermarkas di Kompleks Olahraga Kino di Tucson, Arizona.
Menanggapi perkembangan terbaru, FIFA menyatakan bahwa mereka memantau situasi dengan cermat. Berbicara pada pertemuan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) di Wales, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom mengatakan: “Saya membaca berita pagi ini, seperti orang lain. Terlalu dini untuk berkomentar secara detail. Tetapi kami akan mengikuti perkembangan di seluruh dunia .”
Dia menekankan: "Kami mengadakan pengundian di Washington dengan semua tim yang berpartisipasi. Tujuan FIFA adalah Piala Dunia yang aman dengan semua tim hadir."
Saat ini, warga negara Iran masih termasuk dalam daftar orang-orang yang dilarang masuk ke AS berdasarkan perintah eksekutif yang dikeluarkan pada Juni 2025. Namun, aturan ini memiliki pengecualian untuk atlet, pelatih, anggota staf pelatih, dan anggota keluarga dekat yang bepergian untuk menghadiri acara olahraga besar seperti Piala Dunia.
Namun, tahun lalu terjadi kasus di mana beberapa perwakilan Iran ditolak visanya sebelum pengundian Piala Dunia. Saat itu, Andrew Giuliani, kepala gugus tugas Presiden Donald Trump untuk Piala Dunia 2026, mengatakan bahwa semua keputusan visa terkait dengan keamanan nasional.
Pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, menyatakan kepercayaannya pada FIFA setelah pengundian, menegaskan bahwa organisasi tersebut akan berupaya memastikan seluruh tim dapat berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
Situasi keamanan saat ini juga berdampak pada banyak acara olahraga lainnya di kawasan ini. Beberapa pertandingan sepak bola di Israel dan Qatar telah ditunda. Stasiun televisi Qatar, beIN Sports, terpaksa memindahkan produksi komentar Liga Primer Inggris ke London.
Sementara itu, panitia penyelenggara Piala Dunia di Los Angeles mengatakan mereka memantau perkembangan terkini dengan cermat. Saat ini, FIFA mempertahankan posisi yang jelas: Piala Dunia harus berlangsung dengan aman dan dengan kehadiran semua tim yang lolos kualifikasi.
Sumber: https://znews.vn/fifa-len-tieng-giua-cang-thang-my-iran-post1631264.html







Komentar (0)