Presiden Real Madrid, Florentino Perez, secara resmi mengkonfirmasi rencana untuk membawa Jose Mourinho kembali ke Santiago Bernabeu, sebuah langkah yang telah mengguncang dunia sepak bola Eropa.
Namun, kembalinya ahli strategi asal Portugal itu masih memiliki satu syarat penting: Florentino Perez harus memenangkan pemilihan presiden Real Madrid yang berlangsung akhir pekan ini.
Perez mengumumkan informasi ini selama kampanye pemilu, ketika ia menghadapi pengusaha Enrique Riquelme dalam pemilihan yang dianggap paling menegangkan di Real Madrid dalam hampir dua dekade. Ini juga merupakan salah satu kesempatan langka sejak 2006 di mana kursi kepresidenan klub kerajaan Spanyol tersebut menyaksikan persaingan yang sesungguhnya.

Jika terpilih kembali, Perez akan membawa Mourinho kembali ke Bernabeu setelah lebih dari 13 tahun sejak manajer asal Portugal itu meninggalkan klub pada tahun 2013. Sebelumnya, Mourinho melatih Real Madrid dari tahun 2010 hingga 2013, memenangkan satu gelar La Liga, satu Copa del Rey, dan satu Piala Super Spanyol. Ia juga membantu Real Madrid mencapai semifinal Liga Champions untuk kedua kalinya berturut-turut setelah bertahun-tahun gagal di kompetisi tersebut.
Selama masa jabatan pertamanya, Mourinho meninggalkan jejak yang luar biasa dengan musim 2011/12 ketika Real Madrid memenangkan gelar La Liga dengan 100 poin, mencetak banyak rekor untuk gol yang dicetak, kemenangan yang diraih, dan total poin di liga utama Spanyol. Prestasi itu dianggap sebagai salah satu musim paling sukses dalam sejarah klub.
Keinginan Perez untuk membawa Mourinho kembali berakar dari hasil mengecewakan Real Madrid selama dua musim terakhir. Tim Royal berulang kali gagal dalam perebutan gelar La Liga melawan Barcelona, dan juga tersingkir di perempat final Liga Champions selama dua musim berturut-turut. Hasil-hasil ini telah menciptakan tekanan yang semakin besar untuk perubahan di Bernabeu.
Menurut sumber dari Spanyol, Mourinho dianggap sebagai pilihan paling tepercaya Perez untuk membangun kembali tim. Manajer asal Portugal ini sangat dihargai karena kemampuannya membangun semangat juang, disiplin taktis, dan mengelola ruang ganti selama periode yang penuh gejolak.

Namun, rencana Perez juga menghadapi penentangan dari lawannya, Enrique Riquelme. Riquelme berpendapat bahwa Mourinho bukanlah pilihan paling populer di kalangan penggemar saat ini. Sebaliknya, Riquelme berjanji untuk mengejar proyek yang lebih ambisius jika ia memenangkan pemilihan.
Di usia 63 tahun, Mourinho tetap menjadi salah satu pelatih paling sukses di dunia sepak bola. Selama karier kepelatihannya, ia telah memenangkan Liga Champions bersama Porto dan Inter Milan, serta berbagai gelar domestik bersama Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Manchester United.
Saat ini, masa depan Mourinho bergantung pada suara para anggota Real Madrid. Jika Florentino Perez tetap menjadi presiden, para penggemar Bernabeu dapat menyaksikan kembalinya "The Special One" setelah lebih dari satu dekade absen.
Sumber: https://baolaocai.vn/florentino-perez-xac-nhan-dua-mourinho-tro-lai-real-madrid-post900960.html







Komentar (0)