
Belanda mengalami kekalahan mengejutkan dari Aljazair di kandang sendiri dengan selisih gol yang tipis.
Dalam pertandingan persahabatan sebagai persiapan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, Belanda mengalami kekalahan mengejutkan 0-1 melawan Aljazair di stadion kandang mereka, Stadion Feijenoord. Gol telat Anis Hadj Moussa memberikan pukulan telak bagi tim asuhan Ronald Koeman.
Pertandingan di Rotterdam berlangsung dengan dominasi penuh dari tim tuan rumah sejak peluit pembukaan. "Orange Tornado" tanpa henti mengepung gawang lawan dengan kombinasi umpan tajam dari Cody Gakpo dan Tijjani Reijnders.
Peluang emas pertama datang pada menit ke-8 ketika Donyell Malen melakukan pergerakan cerdik dan tembakannya sayangnya membentur tiang gawang. Hanya dua menit kemudian, gawang Aljazair diguncang oleh gol jarak dekat Reijnders, tetapi wasit menganulir gol tersebut karena Summerville berada dalam posisi offside.
Tekanan yang mencekik memaksa pertahanan Aljazair kesulitan sepanjang babak pertama. Kiper Luca Zidane tampil luar biasa, berulang kali menyelamatkan tembakan berbahaya dari Gakpo dan Gravenberch untuk melindungi gawang tim tamu.
Di sisi lain lapangan, Aljazair bermain bertahan, menunggu peluang dari serangan balik cepat. Pada menit ke-27, Riyad Mahrez menciptakan peluang bagi Amoura untuk menembak, tetapi bola melambung di atas mistar gawang, yang disambut dengan lega oleh para penggemar "Orange Tornado".
Memasuki babak kedua, kedua manajer melakukan serangkaian perubahan pemain untuk menguji berbagai opsi taktis. Perubahan susunan pemain secara signifikan memperlambat tempo permainan, dan kombinasi umpan tim tuan rumah kehilangan kelancarannya.
Meskipun mendominasi penguasaan bola, Belanda kesulitan menembus pertahanan kokoh Luca Zidane. Bahkan setelah Memphis Depay dan Justin Kluivert dimasukkan, tembakan terakhir mereka kurang akurat untuk diubah menjadi gol.
Meskipun tim tuan rumah melancarkan serangan yang tidak efektif, Aljazair memberikan "pukulan penentu" pada menit ke-86. Menerima umpan dari Nabil Bentaleb, Anis Hadj Moussa melakukan terobosan terampil di sayap kanan, kemudian memotong ke dalam dan melepaskan tembakan ke gawang, yang membuat pertahanan lawan tercengang.
Tendangan melengkung kaki kiri Hadj Moussa yang menakjubkan bersarang di sudut atas gawang, membuat kiper Robin Roefs tak punya kesempatan untuk menyelamatkannya. Ini adalah hadiah yang pantas untuk permainan disiplin dan oportunisme luar biasa dari tim Afrika Utara tersebut.

Anis Hadj Moussa mencetak satu-satunya gol yang memberikan kemenangan bagi Aljazair.
Kekalahan tipis di Feyenoord merupakan kejutan bagi Belanda, yang membukukan expected goals (xG) sebesar 2,20 dibandingkan dengan lawan mereka yang hanya 0,48. Hasil yang mengecewakan ini memaksa Ronald Koeman untuk mengevaluasi kembali penyelesaian akhirnya sebelum secara resmi memulai kampanye Piala Dunia 2026 yang penuh tantangan.
Skor akhir: Belanda 0-1 Aljazair
Pencetak gol:
Aljazair: Anis Hadj Moussa (86')
Menurut Sepak Bola
Sumber: https://baoangiang.com.vn/phung-phi-co-hoi-ha-lan-nhan-that-bai-muoi-mat-truoc-algeria-a487772.html








Komentar (0)