[GALERI] Ubisoft mengalami kerugian rekor, membatalkan 7 game, mengejutkan industri game.
Ubisoft baru saja melaporkan kerugian sebesar 1,3 miliar euro, membatalkan 7 proyek game, dan mengakui bahwa krisis baru akan mencapai titik terendah tahun depan di tengah gelombang booming AI PC.
Báo Khoa học và Đời sống•26/05/2026
Ubisoft sedang melewati salah satu periode tersulit dalam sejarahnya, karena perusahaan game asal Prancis ini baru saja mengumumkan kerugian operasional sebesar 1,3 miliar euro untuk tahun fiskal 2025-2026, dan mengkonfirmasi pembatalan 7 proyek game serta penundaan 6 proyek lainnya untuk merestrukturisasi seluruh operasi bisnisnya. Menurut laporan keuangan terbaru, pendapatan pra-pemesanan Ubisoft turun hingga 17% hanya dalam satu tahun, yang jelas mencerminkan kelemahan berkepanjangan perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat di industri game global dan melonjaknya biaya pengembangan game AAA karena AI dan teknologi grafis generasi berikutnya. Kepala Bagian Keuangan Frederic Duguet mengakui bahwa tahun fiskal 2026-2027 bisa menjadi titik terendah sebelum Ubisoft mulai pulih, menunjukkan bahwa bahkan di dalam perusahaan, orang-orang tidak mengharapkan situasi akan membaik dalam waktu dekat.
Untuk menyelamatkan situasi, Ubisoft terpaksa memperketat strategi pengembangan gimnya dengan menyingkirkan proyek-proyek yang dianggap kurang potensial, sambil memfokuskan sumber daya pada merek-merek inti seperti Assassin's Creed, Far Cry, dan Ghost Recon. Meskipun hasil penjualan kurang memuaskan, Ubisoft melaporkan bahwa judul-judul terbaru seperti Assassin's Creed Shadows dan Anno 117: Pax Romana telah mencapai skor Metacritic di atas 80, yang menunjukkan bahwa strategi mereka untuk meningkatkan standar kualitas mulai membuahkan hasil yang lebih positif. Bersamaan dengan pengurangan proyek, Ubisoft juga bertaruh besar pada kecerdasan buatan, berinvestasi besar-besaran dalam teknologi generatif AI untuk membangun NPC yang lebih cerdas, dunia game yang lebih responsif, dan mengoptimalkan proses pengembangan game yang semakin kompleks. Salah satu proyek AI perusahaan yang paling terkenal adalah sistem "Teammates", yang memungkinkan pemain untuk berkomunikasi secara alami dengan karakter dalam game, menjadikan AI sebagai elemen sentral dalam strategi kebangkitan tahap selanjutnya Ubisoft. Namun, kerugian yang memecahkan rekor, pembatalan sejumlah game, dan restrukturisasi yang terus-menerus menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas game bahwa Ubisoft mungkin akan kehilangan status ikonik yang pernah dimilikinya pada masa kejayaannya, terutama karena pesaing utama seperti Sony, Microsoft, dan Nintendo terus memperluas ekosistem game milik mereka sendiri.
Komentar (0)