Diselenggarakan bersama oleh tiga unit anggota Vingroup , termasuk Yayasan untuk Masa Depan Hijau, Universitas VinUni, dan Klub Talenta Teknologi Muda Vingroup - VinTechTalent, kompetisi ini bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan inisiatif teknologi yang sangat aplikatif untuk mengatasi tantangan lingkungan yang mendesak di wilayah tersebut, sekaligus mempromosikan inovasi dan kolaborasi interdisipliner di kalangan anak muda.

Sebanyak 439 tim, yang terdiri dari 1.439 peserta dari 22 negara, berpartisipasi. Yang menarik, banyak tim berasal dari universitas-universitas ternama yang menduduki peringkat tinggi dalam QS World University Rankings dan QS Asian University Rankings 2026.

Tiga tema utama kompetisi ini menunjukkan minat yang sama dari kaum muda Asia terhadap tantangan lingkungan saat ini dan pembangunan berkelanjutan. Tema "Sumber Daya Air dan Adaptasi Perubahan Iklim di Bidang Pertanian " menyumbang persentase tertinggi, dengan sekitar 37% dari tim yang terdaftar, diikuti oleh "Kualitas Udara Perkotaan dan Ketahanan terhadap Perubahan Iklim" dengan 33% dari tim yang terdaftar, dan "Energi Terbarukan dan Transportasi Rendah Emisi" dengan 30% dari tim yang terdaftar.

Asian Hackathon for Green Future bertujuan untuk menjadi platform yang mempromosikan pertukaran dan kolaborasi lintas batas di antara kaum muda di kawasan ini untuk mengembangkan solusi praktis bagi komunitas mereka.

Bidang akademik para peserta beragam, mulai dari ilmu komputer, kecerdasan buatan, teknik, pembangunan berkelanjutan, pertanian, logistik hingga kesehatan dan ilmu lingkungan, yang menunjukkan sifat interdisipliner yang kuat dari kompetisi tahun ini. Melalui hal ini, kompetisi tidak hanya mempromosikan inovasi teknologi tetapi juga membuka peluang bagi kaum muda di wilayah tersebut untuk berkolaborasi menciptakan solusi dengan aplikasi praktis dan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Setelah babak penyisihan, 30 tim terbaik diharapkan akan diumumkan pada awal Juni 2026 dan berpartisipasi dalam program pelatihan intensif dengan para ahli internasional sebelum memasuki Hackathon langsung selama 36 jam dari tanggal 2 hingga 5 Juli di Universitas VinUni, Hanoi.

Proyek-proyek tersebut akan dinilai oleh panel yang terdiri dari para ahli terkemuka Asia di bidang teknologi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan. 30 proyek terbaik akan bersaing memperebutkan hadiah dengan total hingga $24.000, termasuk hadiah pertama sebesar $8.000, hadiah kedua sebesar $5.000, dua hadiah ketiga masing-masing sebesar $3.000, dan lima hadiah hiburan masing-masing sebesar $1.000.

    Sumber: https://www.qdnd.vn/giao-duc-khoa-hoc/tin-tuc/gan-450-doi-den-tu-chau-a-dang-ky-tham-gia-hackathon-cong-nghe-moi-truong-1040411