Harga perak domestik memulai pekan perdagangan dari tanggal 11 hingga 15 Mei dengan tren pemulihan, mengikuti momentum kenaikan pasar internasional. Menurut laporan terbaru dari Phu Quy Gold, Silver and Gemstone Group, harga batangan perak Phu Quy berakhir pekan lalu sekitar VND 80,98 juta/kg untuk pembelian dan VND 83,49 juta/kg untuk penjualan, penurunan sekitar 9,1% dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, pada saat pelaporan, harga batangan perak telah melampaui VND 84 juta/kg, menunjukkan pemulihan yang cukup jelas di pasar.

Harga perak global melonjak karena melemahnya dolar AS.
Di pasar internasional, harga perak melanjutkan tren kenaikannya pekan lalu. Harga perak spot ditutup pada $80,34 per ons, naik 6,61% dari pekan sebelumnya dan naik 13,48% sejak awal tahun. Sementara itu, perak COMEX untuk pengiriman Juli 2026 mencapai $80,83 per ons, naik 6,59%; perak Shanghai untuk pengiriman Juni 2026 melonjak 9,4%, menjadi 19.840 CNY/kg.
Menurut laporan analisis, momentum kenaikan harga perak didukung oleh sentimen optimis seputar harapan akan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran, bersamaan dengan tren pelemahan dolar AS, sehingga meningkatkan permintaan akan logam mulia tersebut. Meskipun laporan data non- farm payrolls AS untuk bulan April lebih tinggi dari yang diperkirakan, yang mengurangi kemungkinan Federal Reserve (FED) akan segera memangkas suku bunga, perak tetap mempertahankan tren positifnya berkat permintaan investasi dan prospek peningkatan konsumsi industri yang berkelanjutan.
Laporan tersebut juga mengungkapkan beberapa faktor geopolitik yang sangat memengaruhi sentimen pasar. Iran memperingatkan akan memberikan respons keras jika Barat mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz, sementara Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru Iran. Bersamaan dengan itu, AS mengumumkan penangguhan sementara Proyek Freedom, sebuah operasi militer yang bertujuan untuk membantu kapal-kapal yang berlayar melalui Hormuz.
Pasar memantau dengan cermat data inflasi dan persediaan perak.
Minggu ini, para investor sangat tertarik pada serangkaian data ekonomi penting AS, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) April, Indeks Harga Produsen (PPI), dan angka penjualan ritel. Menurut penilaian Phu Quy, data CPI akan menjadi indikator kunci bagi harga perak di tengah kenaikan tajam harga minyak akibat ketegangan AS-Iran, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kebangkitan kembali inflasi.
Selain itu, pasar memantau dengan cermat kunjungan Presiden Donald Trump ke China yang direncanakan pada 13-15 Mei, yang diperkirakan akan membawa sinyal positif bagi hubungan perdagangan dan sentimen investasi global. Saat ini, harga perak diprediksi akan terus berfluktuasi tajam sebagai respons terhadap berita ekonomi dan geopolitik jangka pendek.
Data persediaan juga menunjukkan pergeseran yang signifikan dari perak fisik ke arah kawasan Asia. Persediaan perak di Bursa Berjangka Shanghai (SHFE) meningkat lebih dari 47 ton dibandingkan minggu sebelumnya, mencerminkan tingginya permintaan perak fisik di Tiongkok. Sebaliknya, persediaan perak di COMEX menurun sekitar 69 ton.

Dari perspektif teknis, laporan tersebut menunjukkan bahwa kontrak berjangka perak COMEX untuk Juli 2026 saat ini bereaksi di level $82,5/ounce. Jika gagal menembus level ini, harga dapat terkoreksi ke kisaran $77-$71,3/ounce. Sebaliknya, penembusan yang berhasil di atas $82,5/ounce dapat memicu pergerakan naik baru menuju $90,5/ounce.
Sumber: https://congthuong.vn/gia-bac-trong-nuoc-va-the-gioi-deu-tang-456309.html








Komentar (0)