Harga pupuk meroket akibat gangguan pasokan.
Harga pupuk di pasar internasional melonjak tajam di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Menurut Nikkei Asia, gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz telah menghentikan rantai pasokan pupuk, yang secara langsung memengaruhi banyak negara yang bergantung pada impor.
Data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa harga urea meningkat sebesar 54% dari Februari hingga Maret, mencapai $726 per ton. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harga ini lebih dari 80% lebih tinggi dan merupakan level tertinggi sejak April 2022.
Peran gas alam dalam produksi pupuk
Pupuk utama seperti urea dan amonia diproduksi dari gas alam yang dikombinasikan dengan nitrogen dari udara. Karena harga gas alam meningkat sekitar 60% selama periode yang sama, biaya produksi pupuk juga meningkat.
Negara-negara Teluk seperti Qatar, Arab Saudi, dan Oman memainkan peran penting dalam ekspor pupuk global. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), kawasan ini menyumbang 30–35% dari ekspor urea dunia dan 20–30% dari ekspor amonia dunia.
Selat Hormuz dan hambatan pelayaran
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital untuk energi dan bahan baku industri. Sekitar 50% belerang komersial dunia, bahan baku penting untuk produksi asam sulfat, diangkut melalui wilayah ini.
Beberapa pabrik produksi urea di Qatar terpaksa menangguhkan operasinya sementara waktu, sementara pengiriman pupuk hampir terhenti. Pasokan pupuk berbasis fosfat juga terpengaruh karena ketergantungannya pada sulfur dari Timur Tengah.

Harga pupuk mendorong fluktuasi di pasar pangan.
Kenaikan harga pupuk memberikan tekanan langsung pada harga pangan global. Seiring meningkatnya biaya input, petani terpaksa menyesuaikan rencana produksi mereka atau mengurangi luas lahan yang ditanami.
Harga gandum di AS pada bulan Maret mencapai $276 per ton, meningkat 7% dari bulan sebelumnya. Daerah penghasil utama seperti Midwest AS juga terdampak oleh cuaca kering, yang mengurangi prospek produksi.
Permintaan akan biofuel mendorong kenaikan harga minyak nabati.
Kenaikan harga minyak mentah telah menyebabkan peningkatan permintaan produksi biofuel. Hal ini, pada gilirannya, telah mendorong kenaikan harga minyak nabati seperti minyak kedelai dan minyak sawit. Pada bulan Maret, harga minyak kedelai naik hingga 16% dibandingkan bulan sebelumnya.
Beberapa negara di Asia Tenggara sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan tingkat pencampuran biofuel guna mengurangi tekanan harga bahan bakar, yang selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan input pertanian.
Risiko terhadap pertanian di negara berkembang
Biaya pupuk merupakan bagian yang signifikan dari biaya produksi pertanian, terutama di negara-negara berkembang. Di Amerika Utara, biaya pupuk mewakili sekitar 10% dari nilai produksi jagung, tetapi di Afrika Barat, angka ini dapat mencapai hingga 56%.
Ketika biaya input meningkat, petani mungkin harus mengurangi luas lahan yang mereka garap atau menunda penanaman. Hal ini meningkatkan risiko kekurangan pangan dalam waktu dekat.
Kapasitas respons terbatas.
Pasar pupuk saat ini kekurangan sistem cadangan strategis global seperti minyak, sehingga membatasi kemampuannya untuk merespons guncangan pasokan. Mencari sumber alternatif juga merupakan tantangan karena konsentrasi bahan baku di wilayah tertentu.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyerukan kepada semua pihak terkait untuk segera memulihkan pengiriman melalui Selat Hormuz guna mengurangi tekanan pada pasar pangan, khususnya di Afrika dan Asia Selatan.
Prospek harga pupuk dan pangan dalam waktu dekat.
Dengan dimulainya musim tanam musim semi di Belahan Bumi Utara, gangguan yang berkepanjangan dapat berdampak luas pada produksi pertanian global. Harga pupuk dan energi yang terus tinggi akan meningkatkan biaya produksi dan akibatnya mendorong kenaikan harga pangan.
Sebelumnya, konflik Rusia-Ukraina menyebabkan volatilitas yang signifikan di pasar pangan, tetapi pasokan secara bertahap stabil setelah sekitar enam bulan karena wilayah lain meningkatkan produksi. Namun, untuk pupuk, mengganti pasokan jauh lebih sulit.
Sumber: https://baodanang.vn/gia-phan-bon-tang-manh-phan-ure-tang-54-3331557.html






Komentar (0)