Harga emas turun karena investor mempertimbangkan sinyal inflasi yang terus berlanjut, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tetap berada di sekitar 4,4%, dan situasi genting seputar Iran dan Selat Hormuz.
Peringatan dari Badan Energi Internasional (IEA) bahwa kekurangan pasokan "menguras persediaan minyak global dengan laju rekor" telah membantu mendukung harga emas melalui permintaan sebagai aset aman. Namun, guncangan harga minyak ini juga membatasi kenaikan harga emas, karena telah mendorong imbal hasil obligasi dan ekspektasi inflasi menjadi lebih tinggi.
Para pedagang saat ini memantau reaksi pasar setelah rilis data penjualan ritel AS dan tunjangan pengangguran pagi ini, sambil juga memperhatikan pernyataan terkait pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok dan kondisi pengiriman melalui Selat Hormuz.

Harga emas terus turun hari ini, 15 Mei. (Foto: Minh Duc).
Pergerakan harga emas hari ini
+ Harga emas domestik
Pada pukul 6:00 pagi tanggal 15 Mei, harga emas batangan di Doji dan SJC tercatat sebesar 162 juta VND/ounce (beli) - 165 juta VND/ounce (jual), tidak berubah dari sesi perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga cincin emas saat ini tercatat di Doji pada 162 juta VND/ounce (beli) - 165 juta VND/ounce (jual), tidak berubah.
+ Harga emas internasional
Harga emas dunia yang tercantum di Kitco adalah $4.661 per ons, turun $39 per ons dibandingkan dengan pagi hari kemarin.
Prakiraan harga emas
Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, meyakini bahwa kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar membatasi momentum kenaikan harga emas dalam jangka pendek. Sementara itu, banyak analis masih percaya bahwa risiko geopolitik dan tekanan inflasi yang terus-menerus akan terus mendukung logam mulia ini pada tingkat harga yang lebih tinggi.
Secara teknis, analis percaya bahwa kisaran $4.660 - $4.680/ounce saat ini bertindak sebagai support penting bagi harga emas. Jika level ini dipertahankan, harga emas dapat kembali menantang kisaran $4.757/ounce dan lebih jauh lagi ke area $4.860 - $4.880/ounce dalam waktu dekat.
Banyak ahli percaya bahwa pasar emas global sedang jatuh karena data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan menyebabkan dolar AS dan imbal hasil obligasi kembali naik. Namun, ketegangan di Timur Tengah dan risiko pasokan energi masih membantu logam mulia ini mempertahankan harga tinggi.
Sumber: https://vtcnews.vn/gia-vang-hom-nay-15-5-tiep-da-giam-manh-ar1018144.html










Komentar (0)