| Berkat semangatnya, Bapak Nguyen Van Hoc telah meraih kesuksesan besar dalam bisnis budidaya tanaman hias. |
Lahir di provinsi Ha Nam dan sebelumnya berprofesi sebagai spesialis eksploitasi perikanan, jalur karier Bapak Hoc sangat terkait dengan danau dan sungai terkenal. Pada tahun 1976, beliau meninggalkan Danau Thac Ba (provinsi Yen Bai) menuju provinsi Thai Nguyen untuk berkontribusi pada pengembangan budidaya perikanan di provinsi tersebut, dan kemudian mengabdikan diri pada profesi ini di Danau Nui Coc. Beliau bekerja di sektor perikanan provinsi selama 12 tahun sebelum dipindahkan untuk bekerja di Komite Rakyat komune Tan Thai (distrik Dai Tu) hingga pensiun.
Setelah pensiun, Bapak Hoc tidak memilih kehidupan santai di usia tuanya, melainkan memulai "kehidupan kedua" dengan tanaman pot kecil. Apa yang dimulai sebagai hobi selama kunjungannya ke kampung halamannya di Nam Dinh secara bertahap berkembang menjadi karier baginya.
"Awalnya saya hanya karena saya menganggap pohon itu indah dan menyukainya. Tetapi ketika banyak orang meminta untuk membelinya, saya menyadari bahwa saya bisa hidup dengannya sepenuh hati dan pikiran," ujar Bapak Hoc.
Bertekad untuk mempelajari keahlian tersebut secara sistematis, Bapak Hoc mempekerjakan para pengrajin untuk mengajarinya teknik-teknik; beliau sendiri melakukan perjalanan ke daerah-daerah penghasil bonsai terkenal untuk mempelajari dan mengumpulkan gaya bonsai yang unik. Dengan cara ini, setiap tanaman dalam pot dan bonsai di kebunnya menjadi lebih halus, lebih kaya nilai artistiknya, dan semakin dikenal oleh pelanggan di mana pun.
Saat ini, kebun Bapak Hoc memiliki lebih dari 200 pohon, banyak di antaranya berharga dan bernilai ratusan juta dong. Terutama, pada tahun 2020, beliau menarik perhatian ketika berhasil menjual pohon asam bergaya kerajaan seharga 1 miliar dong. Dalam beberapa tahun, pendapatannya dari kebun mencapai 4-5 miliar dong – angka yang menunjukkan pemikiran inovatif seorang pria berusia enam puluhan.
Bagi Bapak Hoc, setiap bentuk pohon mewakili filosofi hidup, pelajaran tentang ketekunan dan ketenangan. "Membentuk pohon setiap hari juga merupakan cara untuk membentuk diri saya sendiri, belajar kesabaran, dan menjaga pikiran tetap tenang di tengah hiruk pikuk kehidupan," katanya sambil tersenyum lembut.
| Selain bisnis tanaman hiasnya, Bapak Nguyen Van Hoc juga telah mencurahkan banyak usaha untuk mengoleksi berbagai jenis kayu berharga. |
Bentuk dan rupa setiap pohon tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis tetapi juga mencerminkan kesabaran, ketelitian, dan ketekunan—nilai-nilai yang mendefinisikan karakter seseorang. Mungkin ketenangan inilah yang, meskipun usianya sudah lanjut, memungkinkannya bangun pagi setiap hari untuk merawat setiap pohon sebagai cara untuk memelihara pikirannya dan melatih kecerdasannya.
Berkat "kesabaran" inilah Bapak Hoc tidak hanya menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan, tetapi juga membangun kehidupan spiritual yang kaya. Kebun buahnya yang bernilai jutaan dolar bukan hanya aset, tetapi juga hasil dari perjalanan hidup yang patut dikagumi – di mana nilai-nilai materi dan spiritual berkembang bersama. Ini juga merupakan pelajaran berharga bagi semua generasi: kekayaan sejati dimulai dengan diri batin yang kuat dan sikap sabar dalam menghadapi perubahan hidup. Dengan pengalamannya, dalam beberapa tahun terakhir ia juga telah membantu anak-anaknya mengelola perusahaan perdagangan benih padi yang berbasis di provinsi Long An.
Tidak hanya memperkaya dirinya sendiri, Bapak Hoc juga terus mencari cara untuk menyebarkan nilai-nilainya kepada masyarakat. Selama lebih dari 10 tahun, beliau secara rutin berpartisipasi dalam kegiatan amal lokal, mendukung siswa miskin dan keluarga kurang mampu dengan total donasi lebih dari 100 juta VND setiap tahunnya. Beliau juga berpartisipasi dalam Klub Lansia Berprestasi di Distrik Dai Tu sebagai Wakil Ketua, aktif berbagi pengalaman dan menginspirasi semangat kewirausahaan di kalangan lansia.
Di tengah pepohonan bonsai yang dipangkas dengan rapi, Bapak Hoc dengan antusias bercerita tentang pohon, profesinya, dan bagaimana menjalani hidup yang berbudi luhur. Tidak semua orang bisa memulai kembali karier setelah usia 60 tahun. Tetapi beliau berhasil melakukannya, bukan hanya melalui ketekunan tetapi juga melalui keinginan untuk menjalani hidup yang bermanfaat dan menciptakan nilai hingga akhir hayatnya.
Dalam dirinya, kita melihat lebih dari sekadar "seniman bonsai" atau "pengusaha sukses"—ia adalah contoh nyata dari semangat yang melampaui usia, gigih mengejar hasrat, dan terus menyebarkan cinta.
Sumber: https://baothainguyen.vn/xa-hoi/202505/gieo-dam-me-gat-thanh-cong-b9a09c8/






Komentar (0)