Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Para ilmuwan membantah rumor tentang "siklus pandemi".

Para ilmuwan menyarankan masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi terkait pandemi yang menyebar di media sosial karena teori konspirasi tentang pandemi dapat dengan mudah menyebabkan kepanikan dan menyimpang dari pemahaman ilmiah.

VietnamPlusVietnamPlus25/05/2026

Sebuah video yang beredar di media sosial di Indonesia menarik perhatian karena mengklaim bahwa dunia mengalami wabah virus atau pandemi setiap enam tahun sekali, bahkan menyiratkan bahwa wabah ini "sengaja direkayasa."

Menurut koresponden VNA di Jakarta, video yang diunggah di Instagram tersebut mencantumkan serangkaian epidemi besar seperti SARS pada tahun 2002, flu babi pada tahun 2008, Ebola pada tahun 2014, COVID-19 pada tahun 2020, dan virus Hanta pada tahun 2026 untuk menunjukkan "siklus" yang disebutkan sebelumnya.

Namun, para ahli epidemiologi menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pandemi selalu terjadi dalam interval tetap 6 tahun.

Menurut ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith, para ilmuwan memperkirakan bahwa ada sekitar 1,6 juta jenis virus di alam, dan sekitar 800.000 di antaranya berpotensi menyebabkan epidemi pada manusia. Namun, manusia baru mempelajari sebagian kecil dari virus-virus tersebut secara menyeluruh.

Ia menyatakan bahwa sejarah pandemi modern menunjukkan bahwa interval antar wabah sangat bervariasi: SARS muncul pada tahun 2002, influenza H1N1 pada tahun 2009, Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) pada tahun 2012, dan COVID-19 pada tahun 2019. Selain itu, Ebola, Zika, flu burung, dan virus Hanta muncul pada waktu yang berbeda tanpa pola tetap apa pun.

Menurut pakar ini, pemilihan kerangka waktu tertentu secara sengaja sambil mengabaikan yang lain telah menciptakan ilusi "pola rahasia." Ia menekankan bahwa Ebola sebenarnya ditemukan pada tahun 1970-an, sedangkan virus Hanta telah dikenal sejak tahun 1950-an-1970-an, bukan sebagai fenomena baru-baru ini.

Para ahli juga memperingatkan bahwa manusia memiliki kecenderungan psikologis untuk mencari pola dalam peristiwa acak—fenomena yang dikenal sebagai "apofenia," yaitu kecenderungan untuk melihat hubungan bahkan ketika tidak ada hubungan sebab-akibat yang jelas.

Selain itu, para ilmuwan menyarankan masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi terkait pandemi yang menyebar di media sosial, karena teori konspirasi tentang pandemi seringkali dengan mudah menimbulkan kepanikan dan menyimpang dari pemahaman ilmiah.

Menurut dokumen sejarah yang dipublikasikan di platform sains ScienceDirect, penyakit menular telah muncul sepanjang sejarah manusia, mulai dari wabah Athena tahun 430 SM hingga wabah Justinian tahun 541 dan banyak wabah besar di zaman modern.

Para ahli berpendapat bahwa alih-alih mempercayai "siklus pandemi," lebih penting untuk memperkuat pengawasan epidemiologi, penelitian virus, dan meningkatkan kapasitas kesehatan global untuk mencegah risiko wabah di masa mendatang.

(VNA/Vietnam+)

Sumber: https://www.vietnamplus.vn/gioi-khoa-hoc-bac-tin-don-ve-chu-ky-dai-dich-post1112463.vnp


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk