
Di Hoa Lu (Ninh Binh), sebuah tempat yang dipenuhi dengan situs bersejarah dan tempat-tempat indah, jumlah pengunjung di siang hari selalu tinggi. Namun, seperti banyak tempat lain, saat malam tiba, sebagian besar wisatawan pergi, meninggalkan kekosongan yang signifikan dalam ekonomi jasa. Munculnya pertunjukan langsung "Pahlawan Bendera Buluh" baru-baru ini, yang diselenggarakan oleh Federasi Sirkus Vietnam bekerja sama dengan unit lokal, membuka jalan lain: memperpanjang durasi kunjungan melalui pengalaman budaya malam hari.
Ruang pertunjukan terletak di tengah lanskap nyata, dengan pegunungan, air, dan peninggalan sejarah sebagai latar belakang. Sejarah tidak lagi terbatas pada buku atau panel penjelasan, tetapi terungkap melalui cahaya, musik , dan gerakan manusia. Kisah Dinh Bo Linh, dari seorang penggembala kerbau muda hingga pemimpin pemberontak, tidak diceritakan dengan kata-kata panjang, tetapi melalui bentuk, ritme, dan emosi. Dengan cara ini, sejarah bukan hanya tentang "mengetahui," tetapi tentang "merasakan."
Yang lebih penting lagi, program semacam ini tidak berdiri sendiri. Program ini memicu serangkaian layanan pendukung: akomodasi, makanan, transportasi, dan belanja. Wisatawan yang menginap satu malam tambahan berarti peningkatan konsumsi, dan peluang untuk menyebarkan manfaat kepada masyarakat lokal menjadi lebih jelas. Oleh karena itu, ekonomi malam hari bukanlah konsep abstrak, tetapi dimulai dengan pengalaman konkret seperti ini.
Kisah ini bukan hanya terjadi di Ninh Binh. Di Quoc Oai (Hanoi), pertunjukan langsung "Quintessence of Northern Vietnam" telah berlangsung selama bertahun-tahun dan telah menjadi merek yang menarik wisatawan dari dekat dan jauh. Bertempat di atas air di kaki Pagoda Thầy, pertunjukan ini tidak mengikuti narasi sejarah linier, tetapi justru menciptakan kembali semangat Vietnam Utara melalui berbagai lapisan budaya: puisi, kepercayaan, ilmu pengetahuan, dan festival.
Salah satu aspek yang menonjol adalah partisipasi hampir 200 aktor lokal. Mereka adalah subjek budaya, membawa ke atas panggung apa yang secara inheren merupakan bagian dari kehidupan mereka. Ketika pendongeng juga menjadi peserta dalam cerita, keasliannya meningkat, dan penonton dengan mudah tertarik ke dalam ruang yang nyata sekaligus mistis. Banyak penonton beralih dari terkejut ke emosi, dan tetap tinggal ketika pertunjukan berakhir, seolah enggan meninggalkan tempat duduk mereka.
Dari perspektif pembangunan, ini adalah model yang patut diperhatikan: kolaborasi antara komunitas lokal dan organisasi seni untuk menciptakan produk wisata yang mendalam. Komunitas lokal menyediakan ruang, materi budaya, dan komunitas; organisasi seni menghadirkan pendekatan pementasan yang inovatif, teknologi, dan penceritaan. Ketika kedua elemen ini bertemu, warisan budaya tidak lagi statis, tetapi menjadi bagian integral dari kehidupan kontemporer.
Tentu saja, sekadar membangun panggung besar tidak menjamin kesuksesan ekonomi malam hari. Isu intinya tetap pada kualitas pengalaman: apakah ceritanya cukup menggugah emosi, dan apakah presentasinya cukup inovatif untuk memikat penonton. Sebuah pertunjukan langsung hanya benar-benar membuktikan nilainya ketika membuat penonton merasa bahwa waktu yang mereka habiskan di sana bermanfaat.
Melihat pertunjukan langsung seperti "Hero of the Reed Flag" dan "The Quintessence of Northern Vietnam," arah yang jelas mulai muncul. Ketika sejarah dan budaya diceritakan kembali melalui bahasa seni, keduanya tidak hanya dilestarikan tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi. Dan ketika wisatawan memiliki alasan untuk tetap tinggal setelah matahari terbenam, ekonomi malam hari tidak lagi menjadi kekosongan tetapi menjadi perpanjangan alami dari perjalanan eksplorasi.
Mungkin, apa yang dicapai program-program ini bukan hanya mempertahankan wisatawan. Mereka juga melestarikan ritme kehidupan – di mana masa lalu dan masa kini bertemu dalam cahaya pertunjukan malam, dan dari sana, jalur pariwisata yang berbeda secara bertahap terbentuk.
Sumber: https://daidoanket.vn/giu-chan-du-khach-sau-hoang-hon.html






Komentar (0)