![]() |
| Petugas kehutanan di provinsi Thai Nguyen berpatroli di hutan. |
Fokus pada pengembangan hutan yang berkelanjutan.
Saat ini, Provinsi Thai Nguyen memiliki lebih dari 557.000 hektar hutan, dengan tingkat tutupan hutan sebesar 62,35%, menempatkannya di antara provinsi-provinsi dengan tutupan hutan tertinggi di negara ini. Ini merupakan keuntungan signifikan bagi pengembangan ekonomi kehutanan, sekaligus menuntut pengelolaan dan perlindungan hutan yang tinggi dalam konteks perubahan iklim dan meningkatnya permintaan sumber daya.
Pada tahun 2026, Dinas Kehutanan Provinsi Thai Nguyen telah menetapkan tugas utamanya sebagai pemeliharaan area hutan yang ada sekaligus peningkatan kualitas dan nilai ekonomi hutan. Menurut rencana tersebut, seluruh provinsi bertujuan untuk menanam 7.500 hektar hutan padat, menanam 1,5 juta pohon tersebar, dan mempertahankan tingkat tutupan hutan sebesar 60% atau lebih tinggi. Bersamaan dengan itu, target penebangan kayu dari hutan yang ditanam adalah sekitar 745.000 m³, yang berkontribusi pada pasokan bahan baku untuk industri pengolahan kayu dan meningkatkan nilai ekonomi hutan.
Salah satu arah utama bagi sektor kehutanan dalam periode mendatang adalah mempromosikan pengelolaan hutan berkelanjutan dan memperluas area hutan bersertifikat. Hal ini dianggap sebagai solusi penting untuk meningkatkan nilai produk hutan, memenuhi persyaratan pasar domestik dan internasional, serta berkontribusi pada pengembangan sektor kehutanan ke arah yang modern dan berkelanjutan.
![]() |
| Masyarakat di komune Binh Thanh sedang mengembangkan ekonomi kehutanan berkelanjutan, menciptakan sumber pendapatan yang stabil. |
Bersamaan dengan pengembangan hutan, perlindungan hutan terus diidentifikasi sebagai tugas utama bagi pasukan Penjaga Hutan. Pada tahun 2026, sektor Penjaga Hutan akan memperkuat patroli dan inspeksi di area hutan utama, area perbatasan, dan area yang berisiko terjadi pelanggaran kehutanan.
Pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan juga menjadi prioritas utama, terutama dalam konteks pola cuaca yang semakin kompleks akibat dampak perubahan iklim. Unit perlindungan hutan akan secara proaktif mengembangkan rencana pencegahan kebakaran, mengerahkan personel yang bertugas, menyiapkan peralatan, dan berkoordinasi erat dengan otoritas lokal untuk segera menangani situasi kebakaran hutan dan meminimalkan kerusakan.
Selain itu, inspeksi dan pemantauan proyek yang melibatkan konversi lahan hutan untuk penggunaan lain akan dilakukan secara ketat, untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan kehutanan serta mencegah dampak apa pun terhadap kawasan hutan alami.
Mendorong transformasi digital dalam pengelolaan kehutanan.
Salah satu tugas utama sektor Kehutanan pada tahun 2026 adalah terus mempromosikan penerapan teknologi informasi dan transformasi digital dalam pengelolaan hutan. Sistem perangkat lunak untuk memantau perubahan hutan, memberikan peringatan kebakaran hutan, mengelola fasilitas penangkaran satwa liar, dan peta kehutanan digital akan dimanfaatkan secara efektif untuk meningkatkan kapasitas pemantauan sumber daya hutan.
![]() |
| Petugas kehutanan memeriksa kualitas hutan yang ditanam. |
Menurut Bapak Le Cam Long, Kepala Dinas Perlindungan Hutan Provinsi Thai Nguyen, sektor Perlindungan Hutan akan fokus pada penerapan berbagai solusi komprehensif untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, perlindungan, dan pengembangan hutan.
Bapak Long menambahkan: Pada tahun 2026, Satuan Perlindungan Hutan akan terus memperkuat patroli, inspeksi, dan menindak tegas pelanggaran hukum kehutanan; sekaligus mempromosikan penerapan teknologi digital dalam memantau perubahan hutan, memberikan peringatan kebakaran hutan, dan mengelola sumber daya hutan. Departemen Perlindungan Hutan juga akan berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, satuan fungsional, dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas perlindungan hutan, berkontribusi pada pemeliharaan tutupan hutan dan pengembangan kehutanan berkelanjutan.
Bersamaan dengan solusi profesional, sektor kehutanan terus meningkatkan kesadaran dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam perlindungan hutan. Implementasi kontrak perlindungan hutan, dukungan bagi masyarakat zona penyangga, dan pengembangan mata pencaharian berbasis hutan akan berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap sumber daya hutan.
Dalam konteks perubahan iklim dan meningkatnya tuntutan pembangunan berkelanjutan, hutan bukan hanya sumber daya ekonomi tetapi juga "perisai ekologis" yang sangat penting bagi lingkungan. Dengan tugas dan solusi spesifik untuk tahun 2026, Satuan Tugas Perlindungan Hutan Provinsi Thai Nguyen akan terus memainkan peran inti dalam mengelola, melindungi, dan mengembangkan hutan, berkontribusi pada pemeliharaan kehijauan hutan dan mempromosikan pembangunan ekonomi kehutanan berkelanjutan di provinsi tersebut.
Sumber: https://baothainguyen.vn/kinh-te/202603/giu-rung-phat-trien-rung-ben-vung-2411885/









Komentar (0)