Menurut Kantor Statistik Umum, total penjualan ritel barang dan pendapatan jasa konsumen pada bulan-bulan terakhir tahun ini biasanya meningkat 10% hingga 15% dibandingkan dengan rata-rata bulan-bulan sebelumnya. Di sisi ekspor, banyak industri utama seperti tekstil, alas kaki, elektronik, dan pengolahan kayu memiliki pesanan yang berlangsung hingga akhir kuartal pertama tahun 2026, yang mengharuskan bisnis untuk fokus pada produksi sejak bulan-bulan terakhir tahun sebelumnya.
Faktanya, komunitas bisnis secara proaktif mengembangkan rencana produksi sejak dini untuk menghindari kehilangan peluang atau menghadapi risiko pesanan dialihkan ke pasar lain, karena bisnis menyadari hal ini sebagai peluang untuk meningkatkan penjualan. Lebih lanjut, fokus pada produksi adalah tugas utama, yang membutuhkan tindakan proaktif dan tegas tidak hanya dari bisnis tetapi juga dari semua tingkatan dan sektor untuk membuka semua sumber daya dan memastikan pertumbuhan berkelanjutan.
Kebutuhan untuk mempertahankan dan mempercepat produksi menjadi semakin mendesak mengingat hanya tersisa sedikit lebih dari satu bulan hingga liburan Tahun Baru Imlek. Tantangannya cukup besar, karena liburan Tahun Baru Imlek biasanya diperpanjang, yang berpotensi mengganggu produksi sementara mitra internasional terus beroperasi seperti biasa.
Ini adalah karakteristik unik Vietnam, berbeda dari praktik produksi berkelanjutan di banyak negara ekonomi besar di dunia, yang menimbulkan tantangan dalam menjaga kelancaran arus barang dalam rantai pasokan global, yang dapat memengaruhi bisnis, ekonomi, dan perdagangan Vietnam. Bahkan keterlambatan singkat pun dapat menyebabkan bisnis kehilangan peluang jangka panjang, yang secara langsung berdampak pada reputasi dan kemampuan mereka untuk mempertahankan pesanan.
Untuk memastikan terjagaanya tingkat produksi, perusahaan harus terlebih dahulu secara proaktif mengembangkan rencana sejak dini, dengan cermat menghitung jadwal pesanan, sumber bahan baku, dan tenaga kerja. Mengatur lembur yang wajar, menyesuaikan shift secara fleksibel, mempercepat produksi sebelum Tết (Tahun Baru Imlek), dan dengan cepat memulihkan produksi setelah Tết merupakan solusi penting untuk meminimalkan gangguan.
Pada saat yang sama, bisnis perlu secara proaktif bekerja sama dengan mitra dan bersikap transparan tentang rencana pengiriman untuk memperkuat kepercayaan dan mempertahankan posisi mereka dalam rantai nilai. Secara bersamaan, penerapan teknologi dan digitalisasi dalam manajemen produksi dan logistik harus dipromosikan untuk mengurangi ketergantungan pada fluktuasi tenaga kerja selama liburan dan Tết (Tahun Baru Imlek).
Peran lembaga manajemen negara pada periode krusial ini perlu ditunjukkan secara jelas dalam fungsinya menciptakan dan menghilangkan hambatan. Memastikan lingkungan produksi yang lancar dan menghindari terciptanya prosedur administratif tambahan yang menyebabkan kemacetan adalah prasyarat. Dalam jangka pendek, fokus pada memastikan pasokan listrik, air, infrastruktur logistik, dan transportasi yang stabil dalam beberapa minggu menjelang Tet (Tahun Baru Imlek) adalah kunci untuk menjaga kelancaran operasional bisnis. Dalam jangka panjang, fokus harus ditempatkan pada penghapusan kesulitan dalam mengakses modal, lahan, dan biaya input, dengan memprioritaskan industri yang melayani konsumsi domestik dan ekspor.
Fokus pada produksi selama periode ini bukan hanya solusi sementara untuk permintaan pasar, tetapi juga ukuran kapasitas manajemen pemerintah dan kemampuan adaptasi bisnis. Ketika produksi dirangsang, konsumsi terjamin, dan pesanan dipertahankan, ini merupakan fondasi penting bagi perekonomian ibu kota dan seluruh negeri untuk memasuki tahun baru dengan momentum pertumbuhan yang lebih solid. Mempertahankan laju produksi saat ini menciptakan kekuatan dan momentum baru untuk menegaskan reputasi barang-barang Vietnam.
Sumber: https://hanoimoi.vn/giu-vung-va-tang-toc-san-xuat-729072.html






Komentar (0)