Banyak dari kita mungkin pernah mengalami frustrasi saat mengunjungi sebuah situs web dan tidak dapat kembali ke halaman sebelumnya meskipun sudah berulang kali menekan tombol kembali. Hal ini karena situs web tersebut menggunakan kode yang memanipulasi riwayat penelusuran, sehingga tombol kembali menjadi tidak efektif. Pengguna tidak punya pilihan lain selain menutup tab atau memulai ulang browser.

Ini adalah situasi yang membuat frustrasi bagi pengguna ketika situs web sengaja mengganggu fungsi peramban untuk mencegah navigasi atau secara otomatis mengarahkan pengguna ke situs web yang tidak diinginkan.
Situs web ini biasanya menggunakan dua metode untuk "menculik" tombol kembali: pertama, menggunakan kode JavaScript untuk mencegah pengguna meninggalkan halaman, memaksa mereka untuk melihat iklan atau tetap berada di halaman; dan kedua, membuat perulangan pengalihan yang terus-menerus mengalihkan Anda bolak-balik antara dua URL atau lebih, dengan tombol kembali langsung mengarahkan Anda ke halaman berikutnya.
Sanksi berat dari Google Penelusuran
Sekarang setelah Google mengambil tindakan, situs web seperti ini akan menghadapi sanksi berat.
Menurut detail yang diperbarui oleh Google dalam postingan blog terbarunya, membajak tombol kembali sekarang secara resmi melanggar kebijakan konten spam Google Penelusuran.
Ini berarti bahwa situs web yang sengaja menggunakan taktik ini akan menghadapi sanksi serius, termasuk penurunan peringkat di mesin pencari.

Google menyatakan bahwa perilaku ini semakin meningkat dan secara objektif menyebabkan pengalaman pengguna yang negatif. Oleh karena itu, perusahaan akan mendefinisikannya sebagai "perilaku jahat". Perubahan ini membantu pengguna meminimalkan kemungkinan menemukan situs web berkualitas rendah saat menggunakan mesin pencari Google.
Google juga memperingatkan pemilik situs web agar tidak menggunakan kode atau teknik apa pun untuk menyisipkan atau mengganti situs web palsu atau manipulatif ke dalam riwayat penelusuran mereka. Teknik-teknik ini mencegah pengguna menggunakan tombol kembali untuk langsung kembali ke halaman sebelumnya.
Perlu dicatat, Google menyatakan bahwa pembajakan tombol kembali terkadang bukan disengaja oleh pemilik situs web, tetapi mungkin berasal dari platform periklanan atau alasan teknis lainnya. Namun, raksasa pencarian tersebut menekankan bahwa pemilik situs web diharapkan bertanggung jawab untuk mengendalikan dan memastikan hal ini tidak terjadi pada sistem mereka.
Regulasi baru ini tidak akan berlaku segera, tetapi diharapkan mulai diterapkan pada tanggal 15 Juni. Jangka waktu ini memberi administrator web waktu yang cukup untuk meninjau dan menyesuaikan sistem, memastikan bahwa tidak ada elemen yang mengganggu tombol kembali pengguna.
Bagi pengguna internet pada umumnya, perubahan ini menjanjikan lingkungan penjelajahan yang lebih bersih dan tidak terlalu mengganggu mulai musim panas ini.
Sumber: https://khoahocdoisong.vn/google-se-tran-ap-cac-website-chan-nut-back-tren-trinh-duyet-post2149096895.html






Komentar (0)