
Geely EX5 adalah salah satu model mobil listrik yang diharapkan dapat berpartisipasi dalam layanan GrabCar Electric Vehicle Plus di Hanoi dan Ho Chi Minh City - Foto: CONG TRUNG
Aplikasi pemesanan kendaraan online semakin cepat dengan kendaraan listrik.
Menurut Grab, mulai 5-6 Juni, layanan GrabCar Electric Vehicle Plus, yang menggunakan kendaraan listrik dan hibrida (hibrida bensin-listrik), menargetkan pelanggan yang membutuhkan transportasi yang nyaman.
Beberapa model yang diperkirakan akan berpartisipasi antara lain BYD Seal, BYD M6, Geely EX5, VinFast Limo Green, VinFast VF7, VF8, dan VF9.
Layanan ini tersedia di Hanoi dan Kota Ho Chi Minh.
Berdasarkan daftar harga yang dipublikasikan, GrabCar Electric Vehicle Plus memiliki harga minimum 34.168 VND untuk 2 km pertama.
Mulai kilometer berikutnya, penumpang membayar 11.782 VND/km, ditambah 498 VND per menit yang dihitung berdasarkan waktu tempuh setelah 2 km pertama.
Pasar layanan transportasi daring saat ini semakin kompetitif.
Meskipun banyak platform transportasi daring terutama bersaing dalam hal tarif, promosi, jangkauan pengemudi, dan kecepatan penjemputan, persaingan kini meluas hingga mencakup kualitas kendaraan, pengalaman penumpang, dan tren transportasi ramah lingkungan.
Namun, dengan kendaraan listrik yang digunakan untuk layanan transportasi daring, tantangannya bukan hanya soal jumlah kendaraan. Tidak seperti mobil pribadi, kendaraan transportasi daring harus beroperasi terus menerus sepanjang hari.

Bersaing dengan aplikasi transportasi daring, Green SM memiliki keunggulan di pasar layanan kendaraan listrik berkat ekosistem kendaraan yang luas dan jaringan stasiun pengisian daya dari ekosistem VinGroup - Foto: CONG TRUNG
Para pengemudi membutuhkan jumlah titik pengisian daya yang mudah diakses, waktu pengisian yang wajar, dan biaya yang stabil. Setiap jam yang dihabiskan untuk menunggu pengisian daya atau menempuh jarak jauh untuk menemukan stasiun pengisian daya dapat berdampak langsung pada pendapatan mereka.
Hal ini juga menjadi kendala bagi platform layanan transportasi daring seperti Grab, Be, Tada, dan Moovtek ketika mencoba menarik pengemudi untuk menggunakan kendaraan listrik.
Saat ini, segmen kendaraan listrik untuk layanan transportasi daring memiliki keunggulan yang jelas, yang dimiliki oleh model Green SM dan VinFast, berkat jaringan stasiun pengisian daya nasional yang diinvestasikan oleh Vingroup.
Sementara itu, pengemudi yang menggunakan kendaraan listrik dari merek lain seperti BYD, Geely, atau model yang didistribusikan oleh importir dan dealer di luar ekosistem VinFast, mungkin akan menghadapi lebih banyak kesulitan dalam menemukan titik pengisian daya.
Infrastruktur pengisian daya publik untuk banyak jenis kendaraan belum cukup luas untuk mengimbangi laju masuknya kendaraan listrik ke pasar.
Grab berencana untuk membuat stasiun pengisian daya bersama.
Baru-baru ini, Chin Yin Ong, ketua bersama dan CEO dari Organizational Capabilities di Grab, mengumumkan bahwa perusahaan tersebut berencana untuk mengembangkan jaringan ribuan stasiun pengisian daya bersama di Vietnam pada tahun 2027.
Tuổi Trẻ Online menghubungi Grab Vietnam untuk berbagi detail lebih lanjut tentang rencana mereka mengembangkan jaringan stasiun pengisian daya bersama, yang menarik banyak minat dari pengemudi dan pelanggan.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka belum mengungkapkan rincian mengenai skala investasi, lokasi stasiun, standar teknis, atau model kerja sama.
Namun, jika diimplementasikan, jaringan ini dapat memperluas layanannya di luar armada Grab, mendukung kendaraan listrik pribadi, taksi, kendaraan pengiriman, dan armada layanan lainnya.
Faktanya, stasiun pengisian daya bersama dapat menjadi syarat penting agar kendaraan listrik dapat berkembang melampaui ekosistem individual. Ketika infrastruktur pengisian daya tidak terbatas pada satu produsen mobil saja, pengemudi dan pengguna akan memiliki lebih banyak pilihan.
Para produsen kendaraan listrik baru juga memiliki kesempatan untuk menjangkau segmen pelanggan layanan transportasi daring (ride-hailing), yang memiliki frekuensi penggunaan kendaraan yang tinggi dan kebutuhan yang signifikan akan penghematan biaya operasional.
Oleh karena itu, keterlibatan Grab yang lebih dalam dalam kisah kendaraan listrik lebih dari sekadar menambahkan lini layanan baru ke aplikasi.
Menurut laporan tahunan 2025, pendapatan Grab di Vietnam diproyeksikan mencapai $255 juta, atau sekitar VND 6.710 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan dari $185 juta pada tahun 2023 dan $228 juta pada tahun 2024.
Meskipun demikian, pendapatan Grab di Vietnam masih lebih rendah dibandingkan di pasar regional yang lebih besar seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia.
Sumber: https://tuoitre.vn/grab-tang-oto-dien-cho-khach-tinh-mo-tram-sac-dung-chung-20260604102121373.htm







Komentar (0)