Menciptakan ruang baca yang ramah.
Sekolah memainkan peran penting dalam memupuk dan menyebarkan kecintaan membaca di kalangan siswa. Lebih dari sekadar membangun perpustakaan, banyak sekolah berfokus pada menciptakan lingkungan membaca yang terbuka dan nyaman di mana siswa dapat mengakses buku secara teratur, sehingga menumbuhkan kebiasaan membaca yang berkelanjutan.

Di Sekolah Menengah Cau Giay, perpustakaan dan budaya membaca dianggap sebagai bagian penting dari tujuan pendidikan holistik. Menurut Ibu Le Thi Loan, pustakawan sekolah, perpustakaan saat ini memiliki lebih dari 20.000 buku dalam berbagai genre seperti komik, buku anak-anak, buku sains, buku sejarah, buku keterampilan hidup, dan buku bahasa asing. Keragaman konten ini memberi siswa lebih banyak pilihan yang sesuai dengan usia dan minat mereka.
Yang menarik, sekolah ini tidak membatasi kegiatan membaca hanya pada perpustakaan tradisional. Banyak area baca dirancang sebagai "perpustakaan terbuka," yang dapat diakses siswa kapan saja, bahkan ketika perpustakaan utama tutup. Pojok baca ini terletak di lantai pertama dan di berbagai lokasi yang nyaman di seluruh sekolah, memungkinkan siswa untuk dengan mudah mengakses buku selama istirahat atau waktu belajar mandiri.
Selain berinvestasi dalam fasilitas, sekolah juga secara rutin menyelenggarakan kegiatan promosi membaca seperti festival buku, pengenalan buku baru, kompetisi mendongeng berdasarkan buku, menggambar ilustrasi karakter sastra, dan temu sapa dengan penulis. Melalui kegiatan-kegiatan ini, membaca menjadi lebih mudah diakses dan menarik bagi siswa, bukan sekadar kegiatan wajib.
Demikian pula, Sekolah Menengah Atas Hanoi - Amsterdam untuk Siswa Berbakat juga berfokus pada membangun lingkungan membaca yang beragam untuk membangkitkan minat siswa dalam membaca. Selama bertahun-tahun, sekolah ini telah membangun ruang baca terbuka dengan fasilitas lengkap untuk menciptakan kondisi bagi siswa untuk membaca buku kapan saja, di mana saja.
Selain perpustakaan utama, sekolah memanfaatkan berbagai ruang di kampus untuk menciptakan perpustakaan terbuka, seperti ruang hijau di depan gedung A, kafe buku, atau jalan pengetahuan. Ruang-ruang kreatif dan terbuka ini membantu menghilangkan perasaan terkekang dan tertekan, sehingga mendorong siswa untuk secara proaktif berinteraksi dengan buku.
Sementara itu, Sekolah Dasar, Menengah, dan Atas Hoang Mai Star telah memilih pendekatan yang mengintegrasikan budaya membaca dengan pengembangan budaya sekolah – sebuah “kekuatan lunak” bagi siswa. Sekolah ini berkolaborasi dengan para ahli untuk membimbing siswa dalam teknik membaca dan pemahaman yang sistematis. Setiap kelas memiliki perpustakaan kecilnya sendiri untuk memfasilitasi pertukaran dan berbagi buku antar siswa. Secara khusus, siswa dilatih dalam keterampilan menulis sejak sekolah dasar dan dalam penulisan bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah untuk mengembangkan pemikiran kritis dan kemampuan untuk mengekspresikan ide-ide pribadi, menghindari hafalan atau ketergantungan pada contoh esai.
Beragam solusi untuk mempromosikan budaya membaca.
Untuk mendorong siswa agar mencintai buku dan lebih proaktif dalam membaca, banyak sekolah telah menerapkan berbagai solusi yang beragam dan fleksibel.
Di Sekolah Menengah Cau Giay, "Klub Membaca Pilihan" untuk siswa kelas 6 dan 7 diadakan dua sesi per minggu. Selama sesi-sesi ini, siswa dibimbing untuk membaca dan mengeksplorasi buku-buku tentang topik-topik tertentu, dan beberapa sesi bahkan dilakukan sepenuhnya dalam bahasa Inggris untuk mengembangkan kemampuan pemahaman bacaan bahasa asing mereka.
Guru mata pelajaran juga berpartisipasi dalam membimbing kegiatan membaca siswa dengan memperkenalkan daftar karya yang sesuai untuk setiap topik pembelajaran. Untuk memantau dan meningkatkan efektivitas membaca, banyak guru meminta siswa untuk menulis ulasan buku atau formulir umpan balik sebagai bentuk evaluasi.

Pengelolaan perpustakaan di banyak sekolah juga telah dimodernisasi dan dibuat lebih nyaman. Siswa dapat meminjam buku menggunakan nomor identifikasi pribadi mereka tanpa memerlukan kartu perpustakaan. Setelah membaca, mereka dibimbing untuk merapikan buku sendiri, sehingga meningkatkan kesadaran mereka tentang pelestarian aset bersama.
Selain itu, perpustakaan secara berkala melakukan survei kebutuhan guru dan siswa untuk menambahkan buku-buku berkualitas tinggi yang sesuai ke dalam katalog pengadaan tahunannya. Memilih buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan aktual membuat perpustakaan lebih menarik bagi siswa.
Menurut para ahli pendidikan, sekolah memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk kebiasaan membaca karena siswa menghabiskan sebagian besar waktu mereka di sekolah. Untuk menumbuhkan kecintaan membaca di kalangan siswa, staf perpustakaan tidak hanya perlu menjadi pengelola buku tetapi juga profesional yang berdedikasi dan memiliki kemampuan untuk menginspirasi siswa untuk membaca. Beberapa menyarankan untuk mengintegrasikan kegiatan membaca ke dalam pembelajaran berbasis pengalaman atau sesi bimbingan karir dalam Program Pendidikan Umum 2018 untuk menciptakan pendekatan yang konsisten dalam mengembangkan budaya membaca.
Di Sekolah Dasar, Menengah, dan Atas Hoang Mai Star, proyek budaya membaca di tingkat sekolah dasar telah memberikan dampak positif, dengan 100% ruang kelas kini memiliki perpustakaan mini yang dilengkapi dengan koleksi buku elektronik. Menurut statistik sekolah, setiap siswa rata-rata membaca 11 buku per tahun. Selain membaca, siswa juga berpartisipasi dalam banyak kegiatan kreatif seperti mendesain sampul buku, mengerjakan proyek pribadi, dan mempresentasikan pengalaman membaca mereka. Yang menarik, sekolah ini memiliki 48 siswa yang memenangkan gelar "Raja Membaca" dalam kompetisi "Pecinta Membaca" nasional tahun 2026. Ini dianggap sebagai hasil nyata dari upaya sekolah untuk membangun budaya membaca.
Dengan pesatnya perkembangan media sosial dan platform konten digital, memelihara dan mempromosikan budaya membaca di sekolah menjadi semakin penting. Budaya membaca tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tetapi juga membantu siswa mengembangkan karakter, menumbuhkan rasa empati, dan memupuk rasa tanggung jawab terhadap masyarakat.
Sumber: https://hanoimoi.vn/ha-noi-gieo-mam-van-hoa-doc-trong-nha-truong-783309.html







Komentar (0)