Pergeseran besar dalam infrastruktur teknologi global.
Pada tanggal 27 Mei, dalam seminar "Dampak Infrastruktur Energi terhadap Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Digital" dalam kerangka Vietnam - Asia DX Summit 2026 yang diadakan di Hanoi, para ahli mencatat bahwa AI mendorong pergeseran besar dalam infrastruktur teknologi global. Secara khusus, pusat data dan pusat data AI menjadi fondasi inti ekonomi digital.
Bapak Nguyen Tu Quang, Ketua Grup BKAV, meyakini bahwa pusat data bukan lagi sekadar infrastruktur teknologi informasi, tetapi telah menjadi "infrastruktur dari infrastruktur digital." Tanpa persiapan kelembagaan sejak dini dan perencanaan jangka panjang, negara-negara akan menghadapi tekanan signifikan seiring perkembangan AI yang sangat pesat. Bapak Quang menyampaikan bahwa AI tidak hanya menciptakan lompatan maju dalam kinerja komputasi, tetapi juga mengubah cara ekonomi digital beroperasi. Banyak perusahaan teknologi kini mulai membiasakan diri dengan konsep "ekonomi token"—ekonomi yang beroperasi berdasarkan jumlah token yang diproses oleh sistem AI.
Dari perspektif pemerintah daerah, Ibu Vo Thi Trung Trinh, Direktur Pusat Transformasi Digital Kota Ho Chi Minh, menyatakan bahwa kota ini menargetkan ekonomi digital untuk berkontribusi sekitar 30-40% dari PDB regionalnya dalam periode mendatang. Untuk mencapai tujuan ini, Kota Ho Chi Minh harus mempercepat transformasi digital di seluruh sistem pemerintahannya serta dalam kegiatan sosial-ekonomi. Permintaan energi Kota Ho Chi Minh pada tahun 2030 diproyeksikan mencapai sekitar 16.000 MW – angka yang sangat besar mengingat percepatan investasi dalam proyek pusat data dan pusat data AI. Saat ini, Kota Ho Chi Minh sudah memiliki beberapa pusat data berskala besar, seperti Pusat Data CMC di Taman Teknologi Tinggi dengan kapasitas sekitar 120 MW, dan pusat data Viettel…
Dari perspektif bisnis yang menerapkan infrastruktur digital, Bapak Dinh Tuan Phong - Wakil Direktur Jenderal Vietnam Digital Investment Joint Stock Company (VDI) - menilai bahwa investasi di bidang AI di Vietnam telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat akhir-akhir ini. Perbedaan terbesar antara pusat data tradisional dan pusat data AI terletak pada kebutuhan daya yang sangat besar dari sistem superkomputer AI. "Server biasa dapat mengonsumsi sekitar 1.000 - 3.000W listrik, tetapi superkomputer AI dapat mengonsumsi hingga 15.000 - 20.000W," kata Bapak Phong.
Persyaratan keamanan dan energi hijau
Menurut Bapak Nguyen Tu Quang, keselamatan dan keamanan merupakan inti dari pengembangan AI di Vietnam. Beliau menyatakan bahwa Vietnam secara bertahap meningkatkan regulasi menuju "keamanan sejak tahap perancangan," yang berarti keamanan dirancang sejak awal dalam sistem AI dan pusat data.
Bapak Quang juga menyebutkan model "ruang data", di mana algoritma dikirim ke lokasi penyimpanan data untuk diproses alih-alih dibawa keluar. Ini dipandang sebagai pendekatan untuk meningkatkan keamanan data nasional di era AI. "Unit dapat membawa algoritma ke pusat data untuk diproses, tetapi data tersebut sama sekali tidak boleh dibawa keluar. Itulah cara kita melindungi data pribadi dan memastikan kepercayaan pengguna," tegas Bapak Quang.
Dari perspektif sektor energi, para ahli percaya bahwa perkembangan AI menciptakan kebutuhan mendesak untuk membangun model energi yang lebih berkelanjutan. Menurut Bapak Nguyen Manh Cuong, Wakil Kepala Departemen Pengembangan Sistem Tenaga di Institut Energi ( Kementerian Perindustrian dan Perdagangan ), permintaan listrik untuk pusat data dan AI secara global meningkat pesat. Total kapasitas pusat data global telah mencapai ratusan GW dan mungkin akan terus meningkat tajam dalam beberapa tahun ke depan. Banyak rencana infrastruktur tenaga listrik sebelumnya dikembangkan ketika AI belum berkembang seperti sekarang. Oleh karena itu, perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap rencana infrastruktur tenaga listrik dan digital untuk memenuhi tuntutan baru.
Bapak Nguyen Tu Quang percaya bahwa revolusi AI hanya dapat berkembang secara berkelanjutan jika dibangun di atas "tiga pilar" yang terdiri dari lembaga-lembaga perintis, teknologi inti hemat energi, dan infrastruktur energi hijau. Dalam konteks Vietnam yang mempromosikan pengembangan ekonomi digital berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, dan transformasi digital, AI bukan lagi hanya masalah bagi sektor teknologi tetapi telah menjadi tantangan strategis bagi seluruh perekonomian.
Sumber: https://baophapluat.vn/ha-tang-so-va-nang-luong-truc-lan-song-ai.html








Komentar (0)