Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Korea Selatan melarang akses ke DeepSeek.

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế10/02/2025

Kementerian Perindustrian Korea Selatan telah memblokir sementara akses karyawan ke model AI DeepSeek karena kekhawatiran tentang risiko kebocoran informasi dan pengumpulan data dari pengguna.


Hàn Quốc cấm truy cập DeepSeek

Korea Selatan untuk sementara memblokir akses karyawan ke model AI DeepSeek karena kekhawatiran tentang potensi kebocoran data.

Sebelumnya, pada tanggal 5 Februari, pemerintah Korea Selatan meminta kementerian dan lembaga untuk berhati-hati dalam menggunakan layanan AI di tempat kerja. Daftar ini termasuk DeepSeek, ChatGPT, dan platform kecerdasan buatan lainnya, karena kekhawatiran tentang risiko kebocoran data.

Menurut pejabat pemerintah, beberapa lembaga penting Korea Selatan, termasuk Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertahanan , Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Perdagangan dan Energi, secara kolektif telah memblokir akses ke platform AI DeepSeek pada perangkat kerja karyawan mereka. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan, mencegah kebocoran data, dan melindungi informasi sensitif dalam sistem pemerintahan.

Selain itu, perusahaan listrik milik negara Korea Hydro & Nuclear Power juga menerapkan langkah-langkah serupa sejak awal Februari, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan siber dan pengumpulan data dari platform AI asing. Langkah-langkah ini mencerminkan kehati-hatian Korea Selatan dalam mengendalikan teknologi kecerdasan buatan, khususnya model yang memiliki akses ke data nasional yang penting.

Menurut Kantor Berita Yonhap, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan telah membatasi akses ke platform AI DeepSeek pada komputer yang terhubung ke jaringan eksternal. Namun, lembaga tersebut tidak mengungkapkan langkah-langkah keamanan spesifik yang diterapkan, yang menunjukkan kehati-hatian dalam melindungi informasi sensitif.

Pembatasan terhadap DeepSeek merupakan bagian dari upaya pemerintah Korea Selatan secara keseluruhan untuk mengendalikan risiko yang terkait dengan teknologi kecerdasan buatan, khususnya risiko kebocoran data dan pengumpulan informasi tanpa izin dari platform AI asing. Hal ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pemerintah terhadap keamanan siber dalam konteks perkembangan AI yang pesat dan potensi dampaknya pada bidang-bidang penting seperti diplomasi, pertahanan, dan ekonomi.

Korea Selatan menjadi negara terbaru yang menyuarakan kekhawatiran tentang model AI yang berasal dari Tiongkok. Sebelumnya, Australia dan Taiwan (Tiongkok) juga memperingatkan bahwa DeepSeek menimbulkan potensi risiko keamanan, memicu kekhawatiran global tentang risiko yang ditimbulkan oleh platform kecerdasan buatan asing.

Pada Januari 2025, otoritas perlindungan data Italia memblokir akses ke chatbot dari sebuah perusahaan rintisan Tiongkok karena perusahaan tersebut gagal memenuhi persyaratan kebijakan privasi.

Pemerintah di Eropa, AS, dan India juga sedang menilai potensi risiko yang terkait dengan penggunaan DeepSeek, yang mencerminkan kekhawatiran global tentang keamanan dan privasi data dari platform AI ini.

Di Korea Selatan, pihak berwenang berencana meminta DeepSeek untuk memberikan penjelasan rinci tentang proses pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan informasi pribadi pengguna. Langkah ini bertujuan untuk memastikan platform AI tersebut mematuhi peraturan keamanan dan privasi data, serta untuk menilai potensi risiko yang timbul dari operasional perusahaan di negara tersebut.

Perwakilan dari Kakao Corp, perusahaan di balik aplikasi pesan paling populer di Korea Selatan, mengatakan bahwa mereka telah melarang karyawan menggunakan DeepSeek. Keputusan ini diambil hanya satu hari setelah Kakao mengumumkan kemitraan dengan OpenAI, yang menunjukkan kehati-hatian perusahaan dalam memilih platform AI dan mencerminkan tren menuju kontrol yang lebih ketat terhadap teknologi kecerdasan buatan yang berasal dari Tiongkok.

Secara keseluruhan, perusahaan teknologi Korea Selatan semakin berhati-hati terhadap platform generasi AI. SK Hynix, salah satu produsen chip AI terkemuka, telah menerapkan kebijakan kontrol yang ketat, membatasi penggunaan layanan AI internal. Perusahaan hanya mengizinkan akses jika benar-benar diperlukan, bertujuan untuk meminimalkan risiko kebocoran informasi sensitif dan memastikan keamanan data di tempat kerja.

Sementara itu, Naver, salah satu operator portal web terkemuka di Korea Selatan, mengatakan telah mengeluarkan peraturan yang melarang karyawan menggunakan platform AI untuk menyimpan data di luar sistem perusahaan, guna meningkatkan keamanan dan melindungi informasi internal.



Sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Kompetisi menumbuk beras tradisional di festival budaya.

Kompetisi menumbuk beras tradisional di festival budaya.

Yêu gian hàng Việt Nam

Yêu gian hàng Việt Nam

Mengunjungi pemakaman para martir.

Mengunjungi pemakaman para martir.