Saat siaran analisis perempat final Liga Champions di Sky Sports Italia , Di Canio melakukan aksi luar biasa dengan berulang kali membenturkan kepalanya ke meja sebanyak tiga kali. Hal ini bermula dari pertanyaan presenter Federica Masolin tentang "kapan sepak bola Italia dapat mencapai level Liga Primer Inggris."
Pertanyaan ini tampaknya menyentuh rasa frustrasi Di Canio, yang mendorongnya untuk menjawab dengan sarkastis: "Saya baik-baik saja, dan sekarang Anda ingin memprovokasi saya?"
![]() |
Di Canio membenturkan kepalanya ke meja di siaran televisi langsung. |
Terlepas dari gestur yang terkesan lucu, sundulan kepala yang keras itu menyebabkan mantan pemain berusia 57 tahun tersebut berdarah. Insiden tak terduga ini dengan cepat menjadi momen lucu di televisi, bahkan Di Canio sendiri ikut tertawa. Pelatih Fabio Capello, yang duduk di dekatnya, segera menawarkan tisu kepada mantan striker West Ham tersebut.
Di Canio memiliki karier bermain yang panjang di Inggris, membela West Ham, Charlton, dan Sheffield Wednesday. Saat di West Ham, mantan striker ini mencetak 51 gol dalam 141 penampilan.
Reaksi Di Canio agak mencerminkan musim yang mengecewakan bagi klub-klub Italia di Liga Champions. Napoli tersingkir lebih awal di babak penyisihan grup, sementara Inter Milan dan Juventus juga tersingkir di babak play-off. Tim yang melaju paling jauh, Atalanta, juga tersingkir oleh Bayern Munich di babak 16 besar dengan skor agregat 10-2.
Sementara itu, Liga Primer kini hanya memiliki satu perwakilan di semifinal: Arsenal. Lawan mereka adalah Atletico Madrid.
Sumber: https://znews.vn/hanh-dong-ky-la-cua-danh-thu-italy-post1644237.html







Komentar (0)