Pada kesempatan Hari Keluarga Vietnam (28 Juni), reporter Surat Kabar Thai Nguyen mewawancarai Associate Professor, Doktor - Mahasiswa Berprestasi Tran Thi Viet Trung tentang "rahasia" untuk menjaga kebahagiaan keluarga.
Ibu Tran Thi Viet Trung dan suaminya dengan gembira merayakan hari raya tradisional Tet bersama anak-anak dan cucu-cucu mereka. |
PV: Bu, faktor kunci apa yang membuat keluarga tetap harmonis dan bahagia selama ini?
Profesor Madya, Dr. Tran Thi Viet Trung: Bagi saya, sesibuk atau sesukses apa pun seorang perempuan di masyarakat, sekembalinya ke rumah, ia tetap harus memenuhi kewajibannya sebagai istri dan ibu. Keluarga adalah tempat cinta, tempat kembali setelah semua kesibukan. Dalam kehidupan pernikahan, hal terpenting adalah rasa hormat, toleransi, cinta, dan saling membantu untuk maju.
Kami memiliki dua anak dan sekarang empat cucu. Meskipun anak-anak tinggal terpisah, setiap akhir pekan seluruh keluarga berkumpul di rumah orang tua kami, memasak, membersihkan, berbagi suka dan duka. Momen-momen itu sederhana namun berharga. Makanan keluarga, tawa anak-anak, dan cerita sehari-harilah yang telah mempererat hubungan kami selama bertahun-tahun.
PV: Dalam perjalanan membangun rumah tangga, tentu ada saatnya keluarga tidak dapat menghindari kesulitan dan konflik?
Profesor Madya, Dr. Tran Thi Viet Trung: Setiap keluarga pasti punya konflik, begitu pula kami. Meskipun kami punya pemikiran yang sama, kami tak bisa menghindari perselisihan. Ada kalanya kami bertengkar dari malam hingga pagi hanya karena perbedaan pandangan tentang pekerjaan atau cara membesarkan anak. Tapi suami saya selalu membiarkan saya menang demi menjaga perdamaian (tertawa - PV).
Tuan Ngo Dinh Thanh memainkan musik di rumah dengan dorongan istri dan anak-anaknya. |
Kami selalu ingat: "Satu kesabaran bernilai sembilan berkah". Segala sesuatu dapat diselesaikan jika kedua belah pihak tahu cara mendengarkan, mengendalikan ego, memikirkan pasangan, dan selalu menerima kehilangan. Melalui masa-masa seperti itu, kami lebih memahami satu sama lain, lebih terikat, dan tahu cara menghargai apa yang kami miliki.
PV: Di era digital, membesarkan anak memiliki banyak tantangan. Bagaimana keluarga mengarahkan diri untuk menjaga ketertiban dan tradisi, Bu?
Profesor Madya, Dr. Tran Thi Viet Trung: Kami selalu berpegang pada prinsip: kasih sayang, bukan pemanjaan, mengajar dengan akal sehat dan teladan. Anak dan cucu diperlakukan secara adil, tanpa diskriminasi. Kami menciptakan kondisi bagi anak dan cucu untuk belajar dan mengembangkan diri, sambil selalu mengingatkan mereka untuk menjaga tradisi dan etika keluarga. Dalam keluarga, setiap anggota bebas berekspresi, tetapi tidak boleh saling menghina.
Piknik membantu anggota keluarga Ibu Tran Thi Viet Trung lebih erat dan saling mencintai. |
Setiap kali ada masalah, orang dewasa harus menjadi contoh perilaku beradab. Ketika anak-anak meraih prestasi, sekecil apa pun, kita selalu mendorong mereka dengan hadiah yang bermakna seperti buku atau kursus yang sesuai. Yang terpenting adalah menciptakan lingkungan keluarga yang hangat agar anak dan cucu selalu merasakan kasih sayang dan tanggung jawab terhadap keluarga.
PV: Bagaimana keluarga biasanya menjaga hubungan antar generasi melalui kegiatan tertentu?
Profesor Madya, Dr. Tran Thi Viet Trung: Kami selalu menghargai reuni. Di hari raya, Tet, dan ulang tahun, meskipun usianya sudah di atas 70 tahun, suami saya tetap tidak lupa memberi saya buket bunga, dan saya menyiapkan hidangan favoritnya. Ini memang hal-hal kecil, tetapi merupakan ikatan cinta.
Ibu Tran Thi Viet Trung dan suaminya sering bepergian untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam hidup. |
Kami juga mempertahankan kebiasaan mengundang saudara kandung dan teman dekat ke rumah untuk berkumpul dan berbincang. Pertemuan-pertemuan ini tidak hanya menyenangkan bagi orang dewasa, tetapi juga merupakan kesempatan bagi anak-anak untuk memahami dan menghargai nilai keluarga dan kasih sayang.
PV: Pada Hari Keluarga Vietnam, pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada keluarga muda?
Profesor Madya, Dr. Tran Thi Viet Trung: Kehidupan modern yang penuh tekanan dapat dengan mudah membuat orang tidak sabar dan mudah berkonflik. Pernikahan yang kuat membutuhkan toleransi, tahu bagaimana mengalah, dan menempatkan kata "kita" di atas ego. Jangan biarkan hal-hal kecil merusak perasaan Anda. Cintai dan hormati satu sama lain dari hal-hal terkecil karena hal-hal sederhana itulah "perekat" yang mengikat rumah tangga melewati berbagai badai.
PV: Terima kasih!
Sumber: https://baothainguyen.vn/xa-hoi/202506/hanh-phuc-la-se-chia-va-dong-hanh-0752163/
Komentar (0)