Saat ini, ketika negara memasuki periode pembangunan, mantan Relawan Pemuda memandang generasi muda dengan campuran harapan dan kekhawatiran. Mereka melihat dinamisme, kreativitas, kemampuan untuk berintegrasi dan mengakses pengetahuan global pada kaum muda; tetapi mereka juga menyadari adanya kesenjangan: ketika cita-cita hidup terkadang dibayangi oleh nilai-nilai jangka pendek, ketika ketekunan dengan mudah digantikan oleh mentalitas "cepat, mudah, dan nyaman".
Mantan anggota Korps Relawan Pemuda, Le Anh Xuan (Dusun 7, Komune Song Doc) berbagi: “Saya berharap generasi mendatang akan selalu mengingat ajaran Presiden Ho Chi Minh: 'Tidak ada yang sulit, hanya kurangnya ketekunanlah yang perlu ditakutkan,' sehingga mereka memiliki semangat untuk mengatasi semua kesulitan dalam hidup; membantu rekan-rekan mereka; hidup dengan indah dan bermanfaat; dan secara aktif menyumbangkan energi muda mereka untuk tanah air dan negara mereka, seperti yang dilakukan generasi kami sebelumnya.”
Mantan anggota Korps Relawan Pemuda, Le Anh Xuan, berharap generasi muda saat ini dapat menjalani kehidupan yang indah dan bermanfaat, serta secara aktif memberikan kontribusi mereka kepada tanah air dan negara.
Kata-kata tulus ini berfungsi sebagai pengingat akan benang merah yang menghubungkan masa lalu dan masa kini: semangat pengabdian. Jika di masa lalu, pengabdian berarti menggunakan cangkul dan sekop untuk membersihkan jalan di tengah bom dan peluru, dan dengan berani berjuang membela negara, hari ini berarti belajar serius, kerja keras, inovasi berkelanjutan, dan bertanggung jawab atas pilihan sendiri. Para mantan Relawan Pemuda tidak ingin generasi muda mengalami kesulitan, tetapi lebih berharap mereka memahami nilai ketekunan. Karena semua pencapaian yang langgeng membutuhkan waktu, dan setiap jalan besar dimulai dengan langkah-langkah kecil namun penuh tekad.
Senada dengan pendapat tersebut, Bapak Quach Thanh Binh, Ketua Asosiasi Mantan Relawan Pemuda Komune Song Doc, mengatakan: “Dulu, ketika kami pergi membangun jalan, kami tidak tahu apa yang ada di depan, tetapi kami tetap percaya bahwa kami akan sampai di sana. Generasi kami telah mengabdikan diri dan berkorban untuk mendapatkan kembali kemerdekaan dan kebebasan bagi bangsa. Sekarang, kami hanya berharap generasi muda akan terus berkembang, berjuang untuk mengatasi kesulitan, dan berkontribusi dalam membangun tanah air dan negara yang lebih makmur dan indah.”
Zaman telah berubah, dan tentu saja, cara mengekspresikan patriotisme juga telah berubah, tetapi pada akhirnya, semangatnya tetap tidak berubah: ini tentang komitmen, rasa tanggung jawab, dan keinginan untuk berkontribusi dalam menjadikan negara lebih baik. Hal ini tidak ditemukan dalam kata-kata yang muluk-muluk, tetapi ditunjukkan melalui tindakan-tindakan kecil setiap hari.
Mantan anggota Korps Relawan Pemuda, Do Hoang Tai (Dusun Be Moi, Komune Song Doc) berupaya mengembangkan ekonomi untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera dan berkontribusi dalam membangun tanah air yang indah dan makmur.
Kata-kata tulus dari para mantan Relawan Pemuda bukanlah sekadar kisah masa lalu, tetapi juga nyala api yang diteruskan. Nyala api itu tidak menyala terang dengan kemuliaan, tetapi membara terus-menerus – seperti cara mereka hidup. Dan suatu hari nanti, ketika menengok ke belakang, generasi muda saat ini dapat dengan bangga mengatakan bahwa masa muda mereka tidak berlalu sia-sia; bahwa mereka melanjutkan jalan lama – bukan dengan langkah kaki di tengah bom dan peluru, tetapi dengan kecerdasan, keberanian, dan hati yang tahu bagaimana hidup untuk kebaikan dunia.
Lam Khanh - Tien Luan
Sumber: https://baocamau.vn/hanh-trinh-moi-tu-nhung-con-duong-da-mo-a127332.html







Komentar (0)