![]() |
Xhaka memicu kontroversi. Foto: Reuters . |
Pada dini hari tanggal 19 Juni, Swiss mengamankan kemenangan 4-1 atas Bosnia, sehingga meningkatkan peluang mereka untuk melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026. Salah satu momen penting dalam pertandingan tersebut adalah penalti yang diberikan kepada Swiss pada menit ke-90+7. Ini dianggap sebagai kesempatan sempurna bagi striker muda Johan Manzambi untuk menyelesaikan hat-trick yang tak terlupakan di usia 20 tahun, setelah sebelumnya ia telah mencetak dua gol pada menit ke-74 dan ke-90.
Banyak yang memperkirakan kapten Granit Xhaka akan memberikan penalti kepada talenta muda ini untuk melengkapi penampilan briliannya. Hat-trick di Piala Dunia tentu akan menjadi tonggak sejarah istimewa dalam karier Manzambi. Itu juga akan menempatkannya sejajar dengan Lionel Messi, yang mencetak hat-trick pertama di Piala Dunia tahun ini.
![]() |
Mamzabi bermain mengesankan setelah masuk sebagai pemain pengganti. Foto: Reuters . Mungkin Anda juga suka |
Namun, mantan bintang Arsenal itu dengan tenang melangkah ke titik penalti dan berhasil mengeksekusinya, memastikan kemenangan 4-1 untuk Swiss. Keputusan gelandang berusia 33 tahun itu dengan cepat menjadi topik diskusi di media sosial.
Namun, banyak ahli percaya bahwa tindakan Xhaka sepenuhnya dapat dibenarkan. Dalam konteks persaingan ketat untuk posisi teratas di Grup B, selisih gol dapat menjadi faktor penentu. Setiap gol tambahan yang dicetak memiliki nilai strategis yang signifikan.
Tindakan Xhaka menunjukkan pola pikir pragmatis dan keinginan kuat untuk menang. Tidak ada ruang untuk romantisme atau emosi pribadi; yang terpenting baginya adalah kebaikan bersama dan tujuan membawa Swiss sejauh mungkin di Piala Dunia 2026.
Kemenangan melawan Qatar membantu Swiss untuk sementara naik ke puncak Grup B dengan 4 poin setelah 2 pertandingan.
Sumber: https://znews.vn/hat-trick-thu-2-o-world-cup-2026-bi-chan-dung-post1661102.html

































































