Uruguay sedang melewati masa sulit, hanya berhasil meraih dua hasil imbang melawan Arab Saudi (1-1) dan Tanjung Verde (2-2). Dengan hanya 2 poin setelah dua pertandingan, "La Celeste" menghadapi risiko tersingkir di babak grup Piala Dunia untuk kedua kalinya berturut-turut, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah tim.
Meskipun mereka masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri dan bahkan bisa memimpin grup jika menang, performa Uruguay saat ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar. Tim Amerika Selatan itu telah menjalani enam pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan, termasuk lima hasil imbang dan satu kekalahan.
Di Meksiko, tempat yang telah menyaksikan momen-momen bersejarah mereka, Uruguay hanya memenangkan satu dari sembilan pertandingan Piala Dunia terakhir mereka. Hal ini diperparah oleh gejolak internal dalam tim Amerika Selatan tersebut, dengan banyak pemain kunci yang tidak puas dengan gaya manajemen pelatih Marcelo Bielsa.
Sebaliknya, Spanyol menunjukkan stabilitas sebagai pesaing utama. Setelah hasil imbang 0-0 yang mengejutkan melawan Tanjung Verde, "La Roja" dengan cepat bangkit kembali dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Arab Saudi. Pertahanan mereka terus menjadi kekuatan utama, mencatatkan sembilan clean sheet dalam 12 pertandingan terakhir mereka.
Dengan performa impresif dan rekor tak terkalahkan dalam 10 pertemuan sebelumnya melawan Uruguay (5 kemenangan, 5 hasil imbang), Spanyol memiliki keuntungan signifikan dalam mengamankan kualifikasi. Sementara itu, Uruguay harus mengandalkan pengalaman dan ketenangan seorang juara dunia dua kali jika mereka ingin menghindari hasil yang mengecewakan.
Sumber: https://znews.vn/dien-bien-uruguay-vs-tay-ban-nha-post1663479.html
































































