Girona terus berjuang di La Liga pada musim 2024/25. |
Pada musim 2023/24, Girona menjadi sensasi di La Liga, memberikan kesan kuat dengan mengamankan tempat di Liga Champions UEFA. Namun, keadaan berubah dengan cepat musim ini. Setelah berpisah dengan sejumlah bintang seperti Savinho dan Artem Dovbyk, Girona harus menghadapi kenyataan dan kembali ke status tim papan tengah, atau bahkan bisa dibilang tim yang lemah.
Setelah 31 putaran musim 2024/25, Girona saat ini berada di peringkat ke-16 La Liga dengan hanya 34 poin, hanya 5 poin di atas zona degradasi. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, Girona mengalami penurunan drastis. Mereka pernah berada di peringkat ke-3 dan bersaing untuk memperebutkan tempat di Liga Champions.
Kemerosotan Girona semakin terlihat jelas dengan kekalahan 1-2 melawan Osasuna, yang menandai kekalahan kesembilan berturut-turut mereka di La Liga. Lebih jauh lagi, mereka tersingkir lebih awal dari Liga Champions dan Copa del Rey. Kini, tim asuhan pelatih Michel menghadapi prospek yang menakutkan, yaitu bertahan dari degradasi.
Meskipun demikian, kekalahan kemarin juga memiliki beberapa aspek yang disayangkan. Girona mengendalikan permainan dengan tingkat penguasaan bola yang lebih unggul (68%), menghasilkan expected goals (xG) sebesar 0,83. Mereka juga memiliki lebih banyak tembakan daripada Osasuna (8 berbanding 6). Namun, tim tuan rumah Osasuna lah yang lebih mampu memanfaatkan peluang mereka, mencetak gol dan memenangkan pertandingan.
Situasi Girona saat ini sangat berbeda dari "fenomena" musim lalu. Tim yang dulunya perkasa kini berjuang untuk menghindari degradasi.
Sumber: https://znews.vn/hien-tuong-girona-lun-bai-post1545598.html






Komentar (0)