Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Keefektifan pemilahan sampah di sumbernya di "desa hijau" Samtama.

DNO - Jauh sebelum kebijakan pemilahan sampah rumah tangga pemerintah Jakarta berlaku pada 10 Mei 2026, warga "desa hijau" Samtama di Jakarta Pusat (Indonesia) telah memilah sampah di sumbernya, sehingga secara signifikan mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir.

Báo Đà NẵngBáo Đà Nẵng18/05/2026

ind.jpg
Warga membuang sampah plastik dan kertas yang dapat didaur ulang ke tempat sampah di kawasan perumahan Samtama, Jakarta Pusat, Indonesia. Foto: JP

Di desa Samtama, tong sampah berisi plastik dan kardus yang telah dipilah berjajar di pintu masuk lorong-lorong sempit. Di tengah hijaunya pepohonan, tanaman hias dan tanaman obat menghiasi jalan setapak; sementara tong sampah terpisah untuk sampah organik dan sampah daur ulang kering ditempatkan di berbagai sudut jalan.

Mohamad Yakub (60 tahun), warga desa Samtama, mengatakan kepada Jakarta Post bahwa nama Samtama adalah singkatan dari Sampah Tanggung Jawab Bersama, yang mencerminkan pendekatan kolektif desa dalam mengurangi sampah, berkontribusi pada perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Selain itu, masyarakat Samtama pertama kali memperkenalkan konsep "desa hijau" pada tahun 2007 dengan menanam pohon di sepanjang lorong-lorong sebelum mengembangkannya menjadi inisiatif pengelolaan sampah Samtama.

“Awalnya, sulit untuk meyakinkan orang untuk memilah sampah karena tidak semua orang menganggapnya sebagai masalah mendesak. Namun seiring waktu, orang-orang terinspirasi oleh tetangga mereka. Sekarang, memilah sampah di sumbernya telah menjadi kebiasaan, yang berakar dari kesadaran diri, bukan hanya kewajiban,” kata Mohamad Yakub kepada Jakarta Post.

Oleh karena itu, rumah tangga memilah sampah menjadi empat kategori: sampah anorganik yang dapat didaur ulang yang dikumpulkan di "bank" sampah, sampah organik seperti sisa makanan untuk pengomposan, sampah rumah tangga termasuk popok dan tisu sekali pakai, dan sampah berbahaya. Dua kategori terakhir dikumpulkan dan dikelola oleh badan lingkungan kota.

Yang perlu diperhatikan, sampah yang dapat didaur ulang dikumpulkan melalui "bank sampah," yang dijual sebulan sekali, dengan hasil penjualan digunakan untuk mendukung kegiatan lingkungan dan program bantuan sosial.

Warga bernama Muhammad Ali (59), mantan pegawai Dinas Pemeliharaan Infrastruktur Publik (PPSU), mengatakan bahwa sistem pemilahan sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga memperkuat solidaritas masyarakat, karena uang yang diperoleh dari penjualan sampah daur ulang sering digunakan untuk membantu orang sakit atau keluarga yang menanggung biaya pemakaman.

Dengan demikian, Muhammad Ali menekankan pentingnya pemilahan sampah rumah tangga untuk mengatasi krisis sampah yang semakin meningkat di Jakarta.

Terkait pemilahan sampah dan pengelolaan sumbernya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengimbau warga untuk memilah dan mengelola sampah rumah tangga, termasuk membuat kompos dari sampah organik, yang mencakup hampir setengah dari total sampah di Jakarta.

Bahan-bahan yang dapat didaur ulang, yang mencakup sekitar 40% dari sampah kota, juga harus dipisahkan dari sisa sampah dan dialokasikan untuk pembangkit listrik tenaga sampah dan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi. Sementara itu, limbah berbahaya dan beracun akan diproses di titik pengumpulan yang telah ditentukan.

Pakar perencanaan kota Nirwono Joga menyatakan bahwa krisis sampah di Jakarta berakar dari pengelolaan sampah yang tidak efisien selama beberapa dekade dan ketergantungan yang berlebihan pada tempat pembuangan akhir.

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) memperingatkan bahwa limbah plastik global saat ini melebihi 460 juta ton per tahun, dengan setengahnya dirancang untuk sekali pakai. Sekitar 79% dari semua plastik pada akhirnya berakhir di tempat pembuangan sampah atau di alam, menyebabkan polusi lingkungan yang serius dan berdampak pada kesehatan manusia.

Sumber: https://baodanang.vn/hieu-qua-tu-phan-loai-rac-thai-tai-nguon-o-lang-xanh-samtama-3337065.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Warna-warna musim semi di wilayah perbatasan

Warna-warna musim semi di wilayah perbatasan

Tonton film saat istirahat.

Tonton film saat istirahat.

Kebahagiaan dalam bertani

Kebahagiaan dalam bertani