![]() |
PSG lebih kuat tanpa Mbappe. Foto: Reuters . |
PSG baru saja mengamankan tempat mereka di semifinal Liga Champions musim ini setelah dua kemenangan beruntun 2-0 melawan Liverpool. Kesuksesan saat ini tidak hanya mencerminkan kemajuan profesional mereka tetapi juga memperkuat pandangan yang sebelumnya ia ungkapkan mengenai Mbappe.
Di bawah asuhan pelatih Enrique, PSG menampilkan wajah yang benar-benar berbeda: disiplin, kohesif, dan sangat kolektif. Alih-alih mengandalkan pemain individu yang luar biasa, perwakilan Ligue 1 ini membangun permainan mereka berdasarkan pressing, organisasi yang ketat, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lawan yang kuat. Inilah yang menjadikan mereka salah satu kandidat kuat untuk kejuaraan Eropa.
Transformasi PSG bukanlah hal yang mengejutkan. Bahkan musim lalu, tim ini menunjukkan tanda-tanda perubahan dengan beralih ke sistem yang lebih seimbang, mengurangi ketergantungan pada para superstar. Mempertahankan filosofi ini telah membuahkan hasil yang jelas, membantu PSG menjadi lebih matang dalam hal semangat kompetitif.
![]() |
PSG adalah kandidat kuat untuk meraih gelar Liga Champions. Foto: Reuters . |
Sementara itu, situasi di Real Madrid justru sebaliknya. Meskipun memiliki Mbappe, salah satu bintang top dunia , raksasa Spanyol ini belum mampu menerjemahkan kekuatan individu menjadi gelar juara. Tersingkirnya mereka dari Liga Champions oleh Bayern Munich semakin menyoroti fakta bahwa memiliki banyak bintang tidak secara otomatis menjamin kesuksesan kolektif.
Hasil ini juga mengubah dinamika turnamen, karena Bayern akan menghadapi PSG di semifinal. Ini dipandang sebagai ujian terbesar untuk menilai ambisi dan kemajuan tim Prancis, karena mereka hanya tinggal dua pertandingan lagi untuk meraih gelar juara.
Jika dilihat dari gambaran yang lebih besar, perjalanan PSG sebagian mengkonfirmasi filosofi yang dianut pelatih Enrique: sepak bola modern menuntut tim yang kohesif daripada mengandalkan individu. Seiring PSG terus berkembang, sementara Real Madrid terus menjalani musim tanpa trofi, apa yang pernah disampaikan oleh ahli strategi Spanyol itu bukan lagi sekadar prediksi, tetapi telah menjadi kenyataan yang jelas di panggung sepak bola Eropa.
Sumber: https://znews.vn/hlv-enrique-da-dung-voi-mbappe-post1644214.html








Komentar (0)