Peningkatan peringkat ini mencerminkan tingkat integrasi Vietnam, keterbukaan dalam kebijakan imigrasi dan hubungan luar negerinya, serta membawa banyak keuntungan baru bagi wisatawan Vietnam dalam tren peningkatan perjalanan internasional.
Warga negara Vietnam kini dapat memasuki 50 destinasi tanpa visa terlebih dahulu, atau hanya dengan mengajukan e-visa, visa saat kedatangan, atau ETA (izin perjalanan elektronik) saat keberangkatan. Kelompok destinasi ini mencakup sebagian besar negara ASEAN seperti Thailand, Singapura, Malaysia, dan banyak negara kepulauan yang menarik seperti Maladewa, Kepulauan Cook, dan Tanjung Verde.

Peringkat paspor Vietnam meningkat 2 poin.
Meskipun peringkatnya saat ini masih lebih rendah dari posisi ke-87 pada tahun 2024, tren kenaikan yang berkelanjutan menunjukkan bahwa paspor Vietnam semakin meningkatkan fleksibilitas perjalanan globalnya, memudahkan wisatawan internasional, pebisnis, dan pelajar.
Selain manfaat langsung bagi pemegang paspor Vietnam, peningkatan peringkat ini juga berpotensi mendorong industri pariwisata secara umum. Akses ke destinasi yang lebih menarik mendorong peningkatan permintaan perjalanan internasional, sehingga berkontribusi pada pengembangan logistik, layanan perjalanan, dan pengalaman wisata yang lebih mendalam.
Dalam peringkat paspor terkuat tahun 2025, Singapura terus mempertahankan posisi teratas dengan akses bebas visa ke 193 negara dan wilayah, diikuti oleh Korea Selatan dan Jepang. Kehadiran Malaysia di 10 besar juga mencerminkan tren peningkatan kebebasan bergerak di kawasan Asia- Pasifik .
Sumber: https://thanhnien.vn/ho-chieu-viet-nam-tang-hang-185251215154114605.htm







Komentar (0)