Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Para siswa dari kelompok etnis minoritas Ca Dong "membangkitkan" nilai padi lahan kering di tengah hutan yang luas.

VHO – Dari butir padi dataran tinggi, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Ca Dong, dua mahasiswa dari komune pegunungan Son Tay (Quang Ngai) telah menciptakan produk dengan nilai gizi dan identitas budaya yang kuat.

Báo Văn HóaBáo Văn Hóa28/05/2026

Siswa-siswa dari kelompok etnis minoritas Ca Dong
Beras sawah bukan hanya produk pertanian tetapi juga mewujudkan budaya masyarakat Ca Dong.

Terletak di tengah perbukitan hijau komune Son Tay, padi sawah telah diam-diam menopang kehidupan masyarakat Ca Dong selama beberapa generasi. Lebih dari sekadar makanan pokok yang familiar, padi sawah membawa serta kenangan budaya, praktik pertanian, dan nafas hutan itu sendiri.

Namun, selama bertahun-tahun, produk pertanian bergizi ini tetap terbatas pada model swasembada, dan belum mampu menjadi komoditas yang dapat dipasarkan untuk membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup mereka.

Siswa-siswa dari kelompok etnis minoritas Ca Dong
Para siswa di Sekolah Dasar dan Menengah Asrama Etnis Son Tan bereksperimen membuat kue dari beras dataran tinggi.

Berdasarkan realitas tersebut, dua siswa etnis minoritas Ca Dong di Sekolah Dasar dan Menengah Asrama Etnis Son Tan dengan berani memulai perjalanan untuk "membangkitkan" nilai padi lahan kering dengan ide-ide kreatif yang dijiwai semangat kaum muda.

Meskipun hasil panennya rendah, beras dataran tinggi dianggap sebagai makanan khas daerah pegunungan yang bersih dan bergizi, serta memiliki cita rasa unik dan khas. Menyadari potensi ini, dua mahasiswa dengan gigih meneliti dan bereksperimen dengan berbagai metode pengolahan canggih menggunakan produk pertanian asli ini.

Setelah berbagai kendala, produk-produk pertama, seperti kue cetak, bubuk nutrisi, dan teh beras dataran tinggi, berhasil disempurnakan, diluncurkan ke pasar, dan menerima umpan balik positif dari konsumen.

Siswa-siswa dari kelompok etnis minoritas Ca Dong
Kue-kue ini, yang terbuat dari beras dataran tinggi, memiliki cita rasa pedesaan khas pegunungan dan hutan.

Dinh Thi Quynh Nhu, seorang siswi di Sekolah Dasar dan Menengah Berasrama Etnis Son Tan, berbagi: “Banyak orang membeli dan memesan, tetapi kami sibuk dengan sekolah sepanjang tahun sehingga kami belum bisa membuat banyak. Musim panas ini kami akan meluangkan lebih banyak waktu untuk membuat kue agar orang-orang mengenal produk-produk dari kampung halaman kami.”

Dengan berbekal pengetahuan yang mereka peroleh di sekolah, para siswa ini awalnya berhasil mengangkat produk pertanian yang sudah dikenal menjadi barang-barang bernilai komersial. Tidak berhenti sampai di situ, kedua siswa tersebut secara proaktif mempromosikan produk mereka di media sosial sebagai cara untuk menceritakan kisah budaya Ca Dong menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh generasi muda saat ini.

Menurut guru Dinh Thi Hanh, seorang guru di Sekolah Dasar dan Menengah Asrama Etnis Son Tan, menerapkan STEM pada proyek tidak hanya membantu siswa mengembangkan kreativitas mereka tetapi juga membangkitkan kecintaan mereka terhadap identitas tanah air mereka.

"Beras yang ditanam di sawah dataran tinggi kini sangat langka, dan kami khawatir akan punah. Melalui STEM, siswa mengenali nilai budaya dari produk daerah yang khas ini, sehingga semakin menghargai biji-bijian berharga dari daerah mereka," kata Ibu Hanh.

Siswa-siswi etnis minoritas Ca Dong
Sekolah tersebut mendukung siswa dalam mengembangkan ide-ide startup berbasis produk pertanian lokal.

Yang berharga dari proyek ini bukan hanya terletak pada produk yang dihasilkan, tetapi juga pada cara para siswa Ca Dong menceritakan kisah kelompok etnis mereka menggunakan hal-hal yang paling familiar. Butir padi dataran tinggi kini bukan hanya produk pertanian, tetapi juga jembatan yang mendekatkan budaya dataran tinggi dengan masyarakat.

Menyadari kelayakan dan nilai praktis dari ide tersebut, sekolah telah bermitra dengan para siswa untuk mengembangkan proyek ini ke arah kewirausahaan. Rencana jangka panjang juga sedang dipertimbangkan untuk memperluas jangkauan produk.

Bapak Huynh Van Thanh, Kepala Sekolah SD dan SMP Etnis Son Tan, mengatakan: “Pihak sekolah akan meminta dukungan dari pihak berwenang yang lebih tinggi untuk menguji dan mensertifikasi produk tersebut, dan jika berhasil, kami akan berupaya mengembangkannya menjadi produk OCOP lokal dalam waktu dekat.”

Meskipun masih dalam skala kecil, perjalanan kedua siswa Ca Dong ini telah membuka arah baru dalam meningkatkan nilai produk pertanian di daerah pegunungan. Lebih penting lagi, ini juga merupakan cara bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam melestarikan nilai-nilai tradisional yang menghadapi risiko kepunahan di tengah kehidupan modern.

Sumber: https://baovanhoa.vn/doi-song/hoc-sinh-dong-bao-ca-dong-danh-thuc-gia-tri-lua-ray-dai-ngan-232158.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Kabut pagi di Thong Hue

Kabut pagi di Thong Hue

Pesona Lembut Warna

Pesona Lembut Warna

Pantai Batu Lompat Quang Binh: Sebuah Mahakarya "Patung" di Tepi Laut Vietnam Tengah

Pantai Batu Lompat Quang Binh: Sebuah Mahakarya "Patung" di Tepi Laut Vietnam Tengah