Sebelum musim wisata tahun ini, Hoi An terpilih sebagai salah satu destinasi terindah di dunia oleh majalah Inggris bergengsi, Time Out. Namun, yang lebih luar biasa lagi, Hoi An telah mengukir keindahannya yang tak terlupakan di benak setiap pengunjung yang pernah menginjakkan kaki di tanah yang mempesona ini.
Di sepanjang Sungai Hoai yang indah yang mengalir menuju laut, kota kuno Hoi An yang berusia lebih dari 400 tahun selalu memukau dengan keindahan kuno dan tenangnya, menampilkan deretan rumah-rumah tua dengan atap genteng berlumut dan dinding berwarna kekuningan yang mencolok dan menawan. Meskipun telah berabad-abad diterpa cuaca, Hoi An hampir sepenuhnya mempertahankan citra pelabuhan perdagangan kuno yang ramai. Dapat dikatakan bahwa dari mana saja di kota tua Hoi An – dari jalanan, rumah-rumah, balai pertemuan, kuil, tempat suci, gereja leluhur, sumur kuno, kafe… hingga lorong-lorong terkecil sekalipun – pengunjung dapat mengambil foto-foto yang unik dan memuaskan.
Yang benar-benar istimewa dari Kota Tua Hoi An adalah bahwa kota ini bukan sekadar museum, melainkan kota kuno yang dinamis dengan aktivitas sehari-hari penduduknya. Penduduk setempat memiliki warisan tersebut, hidup berdampingan dengannya, dan melindunginya, terhubung erat dengan ruang budaya perkotaan kuno ini seperti yang telah terjadi selama ratusan tahun. Oleh karena itu, di Hoi An, pengunjung dapat dengan mudah menjumpai pemandangan sehari-hari yang hidup dari penduduk lokal dan wisatawan. Begitu menginjakkan kaki di sini, mereka terhubung, berinteraksi, dan menyelami kehidupan sehari-hari yang ramah – sebuah pengalaman yang tidak ditemukan di setiap destinasi di dunia...
Semua hal ini telah menjadikan Hoi An sangat menarik dan menawan, sebuah kota kuno yang indah dan tak terlupakan yang selalu meninggalkan kesan mendalam dan kenangan indah di hati para pengunjung.
Hoi An - kota kuno paling romantis di dunia:

Tembok bersejarah yang menyerupai lukisan di Jalan Hoang Van Thu ini telah menjadi daya tarik utama kota tua Hoi An, menarik para fotografer dan wisatawan untuk berfoto.

Hoi An di musim gugur adalah kota yang indah di setiap sudutnya, dan telah dinobatkan sebagai kota paling romantis di dunia.

Jalan Tran Phu adalah jalan yang ramai di Hoi An.
Hoi An, dengan tepian sungai dan perahunya, telah menjadi kota populer sejak zaman kuno.

Jembatan Jepang di Hoi An adalah bangunan bersejarah berusia lebih dari 400 tahun yang terletak di jantung kota tua Hoi An. Struktur arsitektur yang unik ini melambangkan harmoni dan pertukaran budaya antara Vietnam, Jepang, dan Tiongkok.

Hoi An, dengan dinding-dindingnya yang warnanya bahkan lebih kuning daripada sinar matahari.

Di Sungai Hoai.
Atap genteng berwarna cokelat gelap itu telah bertahan melewati perjalanan waktu.

Kehidupan masyarakat di jantung kota Hoi An di tepi Sungai Hoai.

Air tersebut memantulkan citra kota kuno Hoi An pada suatu hari di musim gugur.

Rumah-rumah beratap genteng yang lapuk di kota tua Hoi An selalu menjadi destinasi favorit bagi kaum muda, yang datang untuk mengabadikan momen-momen tak terlupakan dari kota tua tersebut dari ketinggian.

Setiap sudut jalan di Hoi An menyajikan pemandangan warna-warna cerah yang memukau.

Berjalan-jalanlah santai melalui kota tua untuk menikmati suasana nostalgia kota yang berusia ratusan tahun ini.

Di musim panas dan musim gugur, setiap bayangan pepohonan yang jatuh di dinding-dinding tua itu penuh dengan pesona.

Para wisatawan terpesona oleh setiap sudut jalan di sini.

Di seluruh pusat kota, bunga-bunga dengan warna-warni yang tak terhitung jumlahnya bermekaran.

Menaiki becak santai menyusuri jalanan Hoi An adalah cara yang menyenangkan bagi wisatawan untuk menciptakan kenangan abadi.

Penduduk Hoi An...

Hoi An adalah tempat yang romantis dan ramah; pengunjung dapat berinteraksi, terhubung, dan menyelami kehidupan sehari-hari secara alami seperti yang selalu terjadi di Hoi An.
Teks dan foto: An Thanh Dat/Surat Kabar Berita dan Kelompok Etnis
Sumber: https://baotintuc.vn/anh/hoi-an-thanh-pho-co-lang-man-nhat-the-gioi-20250512140710322.htm






Komentar (0)