
Pasukan Houthi menambahkan bahwa sejak saat deklarasi ini dibuat, semua kapal Israel yang melewati Laut Merah akan dianggap sebagai sasaran militer yang sah. Perkembangan ini dipandang berpotensi meningkatkan risiko terulangnya gangguan serius di jalur pelayaran vital ini.
Sebelumnya, militer Israel mengatakan telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Yaman menuju wilayah Israel dan bahwa sistem pertahanan udaranya telah diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut.
Sementara itu, pasukan Hizbullah di Lebanon mengatakan mereka juga mengerahkan drone yang menargetkan pos militer di Israel utara pada 7 Juni. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Israel mengumumkan serangan udara di ibu kota Lebanon, Beirut, sebagai balasan atas serangan Hizbullah sebelumnya.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan udara Israel yang menargetkan pinggiran selatan Beirut pada 7 Juni menewaskan dua orang dan melukai 20 lainnya.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/houthi-va-hezbollah-tan-cong-israel-post856443.html








