
Berdasarkan Keputusan No. 1503/QD-BGDĐT tanggal 4 Juni 2026 dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan tentang pembentukan delegasi pejabat dan siswa Vietnam untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Kecerdasan Buatan Internasional (IOAI) 2026, Phan Dinh Triet, seorang siswa kelas 12 dari Sekolah Menengah Atas untuk Siswa Berbakat Le Quy Don, adalah satu-satunya perwakilan dari Da Nang dalam tim yang terdiri dari 8 siswa yang dipilih dari berbagai daerah.
Phan Đình Triết menjelaskan bahwa untuk lolos ke babak internasional, para peserta harus terlebih dahulu mengikuti dua babak kompetisi di Vietnam. Babak 1 berupa tes pilihan ganda; mereka yang lulus Babak 1 akan melanjutkan ke Babak 2, yaitu tes praktik berbasis komputer. Delapan peserta teratas dengan skor tertinggi di Babak 2 akan dipilih untuk berkompetisi di Olimpiade AI Internasional (IOAI) yang diadakan di Kazakhstan dari tanggal 2 hingga 8 Agustus 2026. Ini adalah kompetisi internasional untuk siswa sekolah menengah di bidang AI, yang mempertemukan tim dari berbagai negara dan wilayah.
Saat ini, setelah menyelesaikan ujian kelulusan SMA tahun 2026, Phan Dinh Triet masih tekun belajar dengan tekad untuk berkontribusi bagi SMA Kejuruan Le Quy Don serta kota Da Nang. Triet antusias dengan perjalanannya, melihatnya sebagai kesempatan untuk mengembangkan dan menantang dirinya sendiri, membantunya menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Selama periode ini, Triet juga berpartisipasi dalam Olimpiade AI Asia Pasifik 2026 (APOAI), yang diselenggarakan oleh Tiongkok pada 13 Juni 2026, dalam format daring yang berlangsung selama 6 jam dan terdiri dari 4 soal. Triet mengatakan bahwa partisipasi dalam APOAI juga merupakan batu loncatan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional yang akan datang.
Triet mulai belajar Ilmu Komputer di kelas 6 karena ia merasa mata pelajaran itu cukup menarik. Kecintaannya pada Ilmu Komputer tumbuh selama bertahun-tahun ketika kompetisi pemrograman memperkenalkannya pada dunia "menggunakan pemikiran pemecahan masalah." Setiap masalah mengajarkannya bagaimana memecah masalah dan mengevaluasi kembali proses berpikirnya. Ia merasakan kegembiraan yang luar biasa setiap kali menemukan jawaban atau solusi untuk suatu masalah. Hal ini menjadi motivasi bagi Triet untuk terus mencintai dan mengeksplorasi mata pelajaran ini.
Berkat usahanya, Triet telah meraih banyak hasil luar biasa: Juara Ketiga dalam Olimpiade Informatika Nasional 2025-2026 untuk siswa berbakat, dan Juara Kedua dalam Olimpiade AI Nasional 2025. Namun, Triet percaya rahasia belajarnya sesederhana teman-temannya: ia hanya fokus pada Informatika sekitar 1-2 jam setiap hari, dan di waktu luangnya, ia sesekali mencari soal matematika atau teka-teki yang ia temukan secara daring…
"Namun, setiap kali saya menyelesaikan suatu masalah, saya selalu bertanya pada diri sendiri apa yang telah saya pelajari darinya dan apa lagi yang perlu saya pelajari," ungkap Triet, menambahkan bahwa hal inilah yang membantunya melangkah lebih jauh dalam perjalanannya menaklukkan Matematika dan Ilmu Komputer.
Sumber: https://baodanang.vn/dam-me-chinh-phuc-dau-truong-ai-3342155.html







