
Perdana Menteri Hongaria Péter Magyar. Foto: Reuters.
Pemimpin Hungaria mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan memperluas hak atas bahasa, pendidikan, budaya, dan perwakilan politik bagi sekitar 100.000 etnis Hungaria yang tinggal di wilayah Zakarpattia di Ukraina barat.
Menurut pemimpin Hungaria, Kyiv telah setuju untuk memasukkan ketentuan yang disepakati ke dalam hukum Ukraina dalam waktu dekat. Ia menyatakan: " Jika itu dilakukan, Hungaria akan mendukung pembukaan putaran pertama negosiasi dalam proses aksesi Ukraina ke Uni Eropa."
Namun, Perdana Menteri Hongaria juga menekankan bahwa bergabung dengan Uni Eropa adalah proses yang panjang. Ia menyatakan bahwa jika Ukraina menyelesaikan seluruh 33 bab negosiasi dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, Hongaria akan mengadakan referendum untuk memutuskan sikap akhirnya terhadap keanggotaan Uni Eropa.
Isu hak-hak komunitas Hungaria di Ukraina telah lama menjadi titik perselisihan antara Budapest dan Kyiv, khususnya setelah Ukraina memberlakukan peraturan yang memperkuat peran bahasa Ukraina dalam sistem pendidikan . Pemerintah mantan Perdana Menteri Viktor Orbán berulang kali menggunakan isu ini untuk menentang proses aksesi Ukraina ke Uni Eropa.

Perwakilan dari 27 negara anggota Uni Eropa meluncurkan putaran pertama negosiasi dengan Ukraina dan Moldova pada tanggal 3 Juni. Foto: Mezha.
Dalam perkembangan terkait, pada hari yang sama, perwakilan dari 27 negara anggota Uni Eropa meluncurkan putaran pertama negosiasi dengan Ukraina dan Moldova. Para pejabat Uni Eropa menganggap ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan menuju integrasi Eropa bagi kedua negara tersebut.
Sesuai rencana, posisi bersama Uni Eropa akan diadopsi minggu depan, membuka jalan bagi konferensi antar pemerintah dengan Ukraina dan Moldova di Luksemburg pada 15 Juni. Berdasarkan peraturan Uni Eropa, pembukaan kelompok negosiasi aksesi memerlukan persetujuan bulat dari semua 27 negara anggota.
Ngoc Lien
Sumber: https://baothanhhoa.vn/hungary-dat-thoa-thuan-lich-su-voi-ukraine-289940.htm








Komentar (0)