
Ilustrasi.
Menurut Profesor Madya Hoang Bui Hai, Direktur Pusat Gawat Darurat dan Perawatan Intensif di Rumah Sakit Universitas Kedokteran Hanoi , musim panas adalah waktu ketika risiko tenggelam meningkat karena banyak orang pergi ke pantai, berenang di sungai dan danau, atau berpartisipasi dalam kegiatan luar ruangan.
Mereka yang berisiko tinggi meliputi anak-anak tanpa pengawasan, orang yang tidak bisa berenang, orang yang mengonsumsi alkohol atau narkoba saat berenang, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit kardiovaskular, epilepsi, atau gangguan irama jantung.
Ketika seseorang ditemukan tenggelam, sangat penting untuk segera meminta bantuan dan membawa korban ke tempat aman di tepi pantai. Jika korban berhenti bernapas atau jantungnya berhenti berdetak, resusitasi jantung paru (CPR) harus dilakukan sesegera mungkin. Dokter merekomendasikan untuk melakukan kompresi dada dengan kecepatan 100-120 kali per menit, dikombinasikan dengan 30 kompresi dada dan 2 napas berturut-turut, sampai petugas medis tiba.

Para ahli menyarankan untuk tidak membalikkan korban atau melakukan manuver Heimlich untuk "mengeluarkan air" karena hal ini dapat membuang waktu berharga dalam situasi darurat. Setelah pertolongan pertama, pakaian basah harus dilepas, tubuh tetap dihangatkan, dan korban diangkut ke fasilitas medis dengan kendaraan khusus, meskipun mereka sadar atau bernapas sendiri lagi.
Untuk mencegah tenggelam, dokter menyarankan anak-anak kecil untuk tidak berenang sendirian, selalu diawasi di kolam renang atau perairan lainnya, menggunakan jaket pelampung jika diperlukan, dan sama sekali menghindari minum alkohol sebelum berenang. Mengajari anak-anak berenang dan keterampilan keselamatan air sejak usia dini juga dianggap sebagai solusi penting untuk mengurangi risiko kecelakaan tenggelam di masyarakat.
Sumber: https://vtv.vn/huong-dan-so-cuu-duoi-nuoc-dung-cach-100260525101621603.htm







Komentar (0)