![]() |
Menurut para ahli, tidak merespons saat dipanggil namanya, keterlambatan bicara, atau hilangnya kemampuan berbahasa merupakan tanda-tanda awal autisme pada anak kecil. Foto: Unsplash . |
Menurut Dr. Dinh Thac, Kepala Departemen Psikologi di Rumah Sakit Anak 1, jumlah anak dengan keterlambatan bicara semakin meningkat, menyebabkan banyak orang tua khawatir bahwa anak mereka mungkin memiliki gangguan spektrum autisme. Namun, keterlambatan bicara tidak selalu berarti seorang anak mengidap autisme; yang penting adalah mengenali tanda-tanda yang menyertainya sejak dini sehingga intervensi tepat waktu dapat diberikan.
Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang terutama memengaruhi kemampuan anak untuk berkomunikasi, berinteraksi secara sosial, dan berperilaku. Gangguan ini mungkin terkait dengan faktor genetik, gangguan neurologis yang menyertainya, atau pengaruh lingkungan seperti paparan zat beracun selama kehamilan, dan kurangnya perhatian serta interaksi dari keluarga.
Menurut ahli, tanda yang paling mencolok pada anak autis adalah kelainan dalam komunikasi dan interaksi sosial. Mereka sering jarang tersenyum, menunjukkan sedikit emosi kepada orang tua mereka, tidak suka bermain dengan orang lain, dan cenderung bermain sendirian. Banyak anak memiliki kontak mata yang buruk, tidak responsif ketika dipanggil namanya, atau tidak berbagi perhatian dengan orang-orang di sekitar mereka.
Selain itu, anak-anak dengan autisme sering menunjukkan perilaku berulang seperti memutar benda, melambaikan tangan, berjalan berjinjit, atau hanya tertarik pada aktivitas tertentu. Beberapa anak terlalu sensitif terhadap suara, sering menutup telinga mereka ketika mendengar suara keras.
Secara khusus, keterlambatan bicara atau hilangnya kemampuan berbahasa merupakan tanda peringatan dini yang sangat penting. Orang tua harus memperhatikan jika anak mereka tidak mengoceh pada usia 12 bulan, tidak dapat mengucapkan kata tunggal pada usia 16 bulan, atau tidak dapat mengucapkan kalimat dua kata pada usia 24 bulan. Anak yang dulunya bisa berbicara tetapi kemudian secara bertahap kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi juga merupakan penyebab kekhawatiran.
![]() |
Anak-anak yang jarang tersenyum, kurang berinteraksi, lebih suka bermain sendirian, atau mengalami keterlambatan bicara yang berkepanjangan mungkin menunjukkan tanda-tanda awal autisme. Foto: Unsplash. |
Menurut Dr. Dinh Thac, skrining dini dapat membantu mendeteksi risiko autisme pada anak-anak mulai usia 18 bulan melalui daftar periksa M-CHAT (Modified Checklist for Autism in Toddlers).
Ini adalah alat yang terdiri dari 23 pertanyaan untuk membantu orang tua menilai risiko anak mereka terkena gangguan spektrum autisme sebelum membawa anak tersebut ke spesialis untuk pemeriksaan dan intervensi.
Beberapa pertanyaan kunci dalam daftar periksa meliputi: apakah anak menunjukkan minat pada anak-anak lain, apakah mereka tahu cara menunjuk untuk menyatakan keinginan atau perhatian, apakah mereka merespons ketika dipanggil namanya, apakah mereka melakukan kontak mata, apakah mereka meniru orang dewasa atau membawa benda untuk ditunjukkan kepada orang tua mereka.
Selain itu, daftar periksa ini juga mencatat perilaku yang tidak biasa seperti anak-anak yang terlalu sensitif terhadap suara, melakukan gerakan jari yang aneh di dekat wajah mereka, sering menatap kosong, atau berkeliaran tanpa tujuan.
Menurut pedoman penilaian, anak-anak dianggap berisiko tinggi terkena autisme jika mereka memiliki setidaknya tiga jawaban yang tidak biasa atau dua pertanyaan kunci dijawab "tidak". Pertanyaan-pertanyaan kunci ini meliputi pertanyaan 2, 7, 9, 13, 14, dan 15.
Khusus untuk pertanyaan 11, 18, 20, dan 22, jika orang tua menjawab "ya," ini merupakan tanda peringatan potensi autisme pada anak.
Deteksi dan intervensi dini dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan komunikasi, pembelajaran, dan integrasi sosial anak.
Sumber: https://znews.vn/nhung-dau-hieu-tu-ky-som-o-tre-1-3-tuoi-post1653764.html










Komentar (0)