
Produk Madu Wilayah Tengah Huong Rung meraih peringkat 3 bintang OCOP pada tahun 2023, dipanen dari sumber bunga alami, dan mempertahankan cita rasa khas wilayah tengah.
Berbeda dengan produk madu lainnya, madu Huong Rung Trung Du dipanen sepenuhnya dari sumber bunga alami. Koloni lebah ditempatkan di hutan dan daerah perbukitan dengan vegetasi yang beragam, di mana lebah dapat dengan bebas mencari nektar dari akasia, longan, leci, dan banyak bunga hutan lainnya. Kelimpahan ini memberikan produk tersebut cita rasa yang khas: manis lembut, harum halus, tidak tajam, dengan warna keemasan dan konsistensi alami.
Untuk memastikan madu yang konsisten dan berkualitas tinggi, Koperasi Madu Huong Rung Trung Du telah menetapkan proses pemeliharaan dan panen lebah yang aman dan berkelanjutan. Lebah dipelihara di lingkungan alami, meminimalkan campur tangan manusia dan menghindari penggunaan stimulan atau bahan kimia. Peternak lebah memantau perkembangan koloni dengan cermat, memilih waktu panen yang tepat ketika madu telah mencapai kematangan alaminya. Seluruh proses panen, penyaringan, dan pengawetan madu dilakukan dalam sistem tertutup, memastikan keamanan dan kebersihan pangan sebelum dipasarkan.

Ibu Ta Thi Phuong Binh, Direktur Koperasi Madu Huong Rung di wilayah tengah, memeriksa produk madu.
Orang yang meletakkan dasar dan secara langsung memimpin model ini adalah Ibu Ta Thi Phuong Binh - Direktur Koperasi. Dari keluarga petani, Ibu Binh mengubah produksi keluarganya, memilih peternakan lebah sebagai peluang pengembangan ekonomi jangka panjang. Awalnya, beliau hanya memelihara lebah dalam skala kecil untuk mendapatkan pengalaman, tetapi kemudian, menyadari potensi besar dari sumber daya alam yang tersedia, beliau secara bertahap memperluas skala dan berinvestasi lebih sistematis. Hingga saat ini, keluarga Ibu Binh memelihara lebih dari 300 koloni lebah, memasok lebih dari 400 liter madu ke pasar setiap tahunnya. Tidak hanya berhenti pada produksi, beliau juga secara proaktif menjalin hubungan dengan keluarga lain, mendirikan Koperasi Madu Huong Rung Trung Du, menciptakan kolektif produksi terorganisir di mana mereka berbagi pengalaman dan meningkatkan nilai produk mereka.
Salah satu aspek unik dari pendekatan koperasi ini adalah pergerakan koloni lebah yang "nomaden" sesuai dengan musim berbunga. Selain menempatkan lebah secara lokal, Ibu Binh juga memindahkan koloninya ke daerah-daerah dengan tanaman berbunga yang melimpah, seperti Tuyen Quang dan Son La . Pergerakan ini membantu memaksimalkan penggunaan sumber nektar alami, sekaligus meningkatkan kualitas dan hasil madu. Hal ini juga meminimalkan risiko ketika sumber daya bunga di suatu daerah terbatas karena faktor cuaca atau lingkungan.
Berkat fokusnya pada kualitas dan pembangunan merek, madu Huong Rung Trung Du secara bertahap telah memantapkan posisinya di pasar. Pada tahun 2023, produk ini diakui telah mencapai standar OCOP bintang 3 – sebuah tonggak penting yang mengakui upaya koperasi dalam meningkatkan kualitas dan membangun merek untuk produk pertanian lokal. Dari situ, produk ini tidak hanya dikonsumsi di dalam provinsi tetapi juga meluas ke banyak pasar besar seperti Kota Ho Chi Minh , Dong Nai, dan provinsi-provinsi utara. Perluasan pasar ini telah membantu meningkatkan pendapatan bagi anggota koperasi dan rumah tangga yang berpartisipasi.
Saat ini, koperasi tersebut memiliki 9 anggota, masing-masing bertanggung jawab atas tugas yang berbeda dalam rantai produksi. Kolaborasi ini membantu meningkatkan produktivitas, memastikan kualitas yang konsisten, dan menciptakan kekuatan kolektif dalam mengembangkan pasar produk. Selain itu, koperasi tersebut aktif berpartisipasi dalam kegiatan promosi perdagangan dan periklanan produk di pameran dan ekshibisi, secara bertahap membangun merek Madu Huong Rung dari wilayah tengah.
Selain nilai ekonominya, peternakan lebah di Tho Van juga berkontribusi dalam melindungi lingkungan ekologi, meningkatkan hasil panen, dan menjaga keanekaragaman hayati. Mengembangkan peternakan lebah bersamaan dengan perlindungan hutan dan pelestarian sumber daya bunga alam merupakan cara untuk mengembangkan ekonomi sekaligus melindungi lingkungan. Ini adalah pendekatan yang tepat dalam konteks saat ini, di mana tuntutan akan pembangunan berkelanjutan semakin diprioritaskan. Saat ini, meskipun telah mencapai banyak hasil positif, Koperasi Madu Huong Rung di wilayah tengah masih menghadapi banyak kesulitan dalam membangun mereknya, memperluas saluran distribusi, dan menerapkan teknologi digital. Namun, dengan tekad yang tinggi dan arah yang tepat, koperasi ini secara bertahap mengatasi kesulitan dan terus menegaskan posisinya.
Dalam periode mendatang, Koperasi Madu Huong Rung Trung Du bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mendiversifikasi produk madunya, termasuk serbuk sari, lilin lebah, dan produk olahan lainnya. Bersamaan dengan itu, koperasi akan memperkuat upaya pemasarannya dan membangun merek yang terkait dengan asal-usul alaminya dan praktik produksi yang berkelanjutan.
Dari lebah-lebah rajin yang bersarang di pegunungan tengah, tetesan madu keemasan telah menjadi simbol inovasi dalam pola pikir produksi pertanian para petani. Madu hutan tengah bukan hanya produk pertanian biasa, tetapi juga puncak dari alam, kerja keras, dan aspirasi untuk makmur. Aroma hutan dalam setiap tetes madu tidak hanya melekat di lidah tetapi juga menyebarkan keyakinan pada jalur berkelanjutan untuk ekonomi pedesaan saat ini dan di masa depan.
Hoang Huong
Sumber: https://baophutho.vn/huong-rung-trong-tung-giot-mat-253730.htm