Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Islandia memiliki biaya hidup tertinggi di dunia.

Islandia baru saja melampaui Swiss dan menjadi negara termahal di dunia, yang menyoroti sisi negatif dari booming pariwisata: semakin banyak wisatawan, semakin tinggi pula harganya.

ZNewsZNews31/05/2026

Orang-orang berjalan melewati mural di luar sebuah toko di Reykjavik, Islandia, pada 3 September 2020. Foto: Reuters.

Islandia baru saja menyalip Swiss dan menjadi negara termahal di dunia untuk ditinggali, menurut perhitungan yang baru dirilis oleh serikat pekerja Viska berdasarkan data dari badan statistik Eurostat dan Bank Sentral Islandia.

Ekonom Vilhjalmur Hilmarsson dari Viska menyatakan bahwa biaya hidup di Islandia sekarang sekitar 3% lebih tinggi daripada di Swiss. Ini menandai pertama kalinya dalam beberapa tahun Islandia kembali menduduki peringkat teratas sebagai negara termahal. Sebelumnya, menurut Eurostat, terakhir kali negara kepulauan itu melampaui Swiss adalah pada tahun 2018.

Menurut Bloomberg, perubahan tersebut jelas mencerminkan tekanan yang dihadapi oleh perekonomian kecil di Atlantik Utara.

Setelah pandemi, sektor pariwisata pulih dengan pesat, menjadi pendorong pertumbuhan terbesar Islandia. Namun, seiring dengan peningkatan pesat jumlah pengunjung, terjadi pula lonjakan harga yang meluas, yang hingga kini masih sulit dikendalikan oleh bank sentral negara tersebut.

"Pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi di sektor jasa. Tekanan permintaan dari pariwisata telah mendorong kenaikan upah," kata Hilmarsson.

Iceland anh 1

Jumlah wisatawan jauh melebihi populasi Islandia, yang hanya kurang dari 375.000 jiwa. Foto: Responsible Travel.

Ia menambahkan bahwa faktor penting lainnya adalah perumahan, yang secara langsung dipengaruhi oleh pariwisata. Wisatawan bersaing dengan penduduk lokal untuk mendapatkan akomodasi melalui platform penyewaan jangka pendek seperti Airbnb.

Biaya hidup yang tinggi kini terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Data dari federasi menunjukkan bahwa harga makanan di Islandia 44% lebih tinggi daripada rata-rata di negara-negara Nordik. Secara spesifik, susu dan telur sekitar 75% lebih mahal, sedangkan daging 71% lebih mahal.

Segelas bir di Islandia bisa berharga hingga 1.800 kronur (sekitar $14,60 USD ). Secangkir latte di kafe juga berharga sekitar 1.000 kronur. Bagi wisatawan, pengeluaran yang tampaknya kecil ini dapat dengan cepat menjadi bagian yang signifikan dari anggaran perjalanan mereka.

Survei terbaru yang dilakukan oleh badan pariwisata nasional menunjukkan bahwa kenaikan harga mulai menyebabkan sebagian wisatawan mempertimbangkan kembali rencana mereka untuk mengunjungi Islandia.

Menurut para ahli, masalahnya terletak pada struktur ekonomi, yang sangat bergantung pada industri padat karya sementara kapasitas untuk memperluas produksi masih terbatas. Ketika pariwisata mengalami pertumbuhan pesat, tekanan harga lebih mungkin menyebar ke sektor lain.

Sumber: https://znews.vn/iceland-co-muc-sinh-hoat-dat-do-nhat-the-gioi-post1655739.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Kim Son Reed Fan

Kim Son Reed Fan

pembuat cetakan

pembuat cetakan

Tempat perlindungan bagi anak-anak.

Tempat perlindungan bagi anak-anak.