Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Indonesia sedang meningkatkan pariwisata olahraga dan mempromosikan "ekonomi geologi"-nya.

Pengintegrasian olahraga, ekologi, dan warisan geologi dipandang sebagai bagian dari upaya untuk membangun industri pariwisata yang lebih bernilai tambah dan ramah lingkungan dalam jangka panjang.

VietnamPlusVietnamPlus23/05/2026

Indonesia mempercepat strateginya untuk mengembangkan wisata olahraga sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi lokal dan promosi citra nasional, melalui rangkaian acara “Geopark Run Series 2026-2027” yang akan berlangsung di empat geopark terkemuka di negara ini.

Menteri Pariwisata Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pada 23 Mei bahwa rangkaian acara lari ini bukan hanya kegiatan olahraga semata, tetapi juga menggabungkan promosi warisan geologi, pengembangan pariwisata berkelanjutan, dan penciptaan mata pencaharian tambahan bagi masyarakat setempat.

Menurut Ibu Widiyanti, Indonesia sedang bergerak menuju model pembangunan " pariwisata pengalaman" yang terkait dengan alam, kesehatan, dan budaya lokal, dalam konteks tren pariwisata global yang semakin memprioritaskan aktivitas luar ruangan dan destinasi hijau.

Seri Lari Geopark akan berlangsung dari Agustus 2026 hingga April 2027 di empat area geopark terkenal: Ijen, Minang, Ciletuh, dan Belitong — semuanya diakui sebagai Geopark Global oleh Organisasi Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Jakarta memperkirakan acara tersebut akan menarik setidaknya 10.000 atlet dan wisatawan, sehingga akan merangsang permintaan akan akomodasi, layanan, transportasi, makanan, dan barang konsumsi di daerah penyelenggara.

Para analis meyakini bahwa Indonesia jelas memanfaatkan tren pariwisata olahraga – sebuah sektor yang menurut Organisasi Pariwisata Dunia (UN Tourism) saat ini menyumbang sekitar 10% dari total pengeluaran pariwisata global dan diperkirakan akan tumbuh sangat pesat dalam dekade mendatang.

Yang perlu diperhatikan, pemilihan geopark sebagai lokasi penyelenggaraan mencerminkan strategi baru Indonesia dalam mengembangkan "ekonomi geospasial," yaitu mengubah sumber daya alam dan bentang alam yang unik menjadi produk pariwisata bernilai tinggi, alih-alih hanya mengeksploitasi sumber daya dengan cara tradisional.

Geopark di Indonesia terkenal bukan hanya karena bentang alam vulkaniknya, pulau-pulau, dan ekosistem tropisnya, tetapi juga karena hubungannya dengan masyarakat adat, budaya lokal, dan keanekaragaman hayati yang unik.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mengharapkan rangkaian perlombaan ini dapat menciptakan efek promosi internasional yang kuat, membantu meningkatkan posisi destinasi di peta pariwisata global.

Selain mendorong pariwisata, program ini juga bertujuan untuk mengembangkan ekonomi lokal dengan mempromosikan usaha kecil, kerajinan tangan, kuliner lokal, dan layanan untuk wisatawan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia secara konsisten memperluas strateginya dalam mengembangkan ekonomi maritim dan industri pariwisata yang berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungannya pada pertambangan dan ekspor bahan mentah.

Integrasi olahraga, ekologi, dan warisan geologi dipandang sebagai bagian dari upaya untuk membangun industri pariwisata yang lebih bernilai tambah dan ramah lingkungan dalam jangka panjang.

(VNA/Vietnam+)

Sumber: https://www.vietnamplus.vn/indonesia-day-manh-du-lich-the-thao-quang-ba-kinh-te-dia-chat-post1112192.vnp


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Mùa thu hoạch chè

Mùa thu hoạch chè

Jembatan monyet

Jembatan monyet

perdamaian

perdamaian