
Airlangga Hartarto saat ini berada di Washington sebagai bagian dari delegasi tingkat tinggi yang bertemu dengan rekan-rekan Amerikanya untuk menegosiasikan tarif 32% atas ekspor Indonesia, yang telah ditangguhkan selama 90 hari.
Semua barang Indonesia yang masuk ke pasar AS akan dikenakan tarif 32% mulai 9 Juli. Tarif ini merupakan bagian dari langkah terbaru Presiden AS Donald Trump untuk memperbaiki neraca perdagangan Washington.
Indonesia telah mengusulkan peningkatan impor dari AS hingga 19 miliar dolar AS, termasuk sekitar 10 miliar dolar AS untuk impor energi, guna menghilangkan surplus perdagangan dan menghindari tarif yang diancamkan oleh pemerintahan Trump.
"Indonesia juga berencana membeli produk pertanian seperti gandum, kedelai, dan bungkil kedelai, sekaligus meningkatkan pembelian barang dari Amerika Serikat," kata Airlangga Hartarto pada konferensi pers.
Indonesia juga akan memanfaatkan sumber daya mineral utama dan menyederhanakan prosedur terkait impor produk hortikultura dari Amerika Serikat.
Setelah pertemuan dengan Perwakilan Perdagangan AS dan Menteri Perdagangan, kedua negara sepakat untuk menyelesaikan negosiasi dalam 60 hari ke depan.
Angka resmi menunjukkan bahwa total perdagangan antara Indonesia dan AS mencapai hampir 38,3 miliar dolar AS pada tahun 2024. Namun, Indonesia memperoleh lebih banyak pendapatan dari perdagangan ini. Total ekspornya mencapai 26,3 miliar dolar AS tahun lalu, lebih dari dua kali lipat impornya dari AS (hampir 12 miliar dolar AS). Indonesia juga mencatat investasi asing langsung AS sebesar 3,7 miliar dolar AS pada tahun 2024.
Sumber: https://hanoimoi.vn/indonesia-se-tang-nhap-khau-tu-my-699470.html






Komentar (0)